Warga Bertaruh Nyawa Lintasi Jembatan Bambu di Pedalaman Sumba Barat Daya

24 February 2026 10:07

Masalah infrastruktur di wilayah pedalaman Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali menjadi sorotan. Di Desa Dikira, Sumba Barat Daya, warga hingga anak-anak sekolah setiap harinya harus bertaruh nyawa dengan melintasi seutas jembatan bambu yang mulai lapuk dan rapuh.

Jembatan ini merupakan satu-satunya akses penghubung bagi masyarakat setempat untuk menuju pusat aktivitas seperti pasar, sekolah hingga sumber air. 

Dengan panjang mencapai 50 meter dan berada di ketinggian 20 meter di atas permukaan sungai, kondisi jembatan tersebut sangat mengkhawatirkan bagi keselamatan warga. Tantangan semakin berat karena permukaan bambu yang menjadi tumpuan kaki sangat licin, terutama saat hujan turun.
 

Baca juga: Banjir Dominasi Bencana pada 22–23 Februari

Risiko kecelakaan semakin tinggi mengingat arus sungai di bawahnya kerap meluap secara dengan arus yang sulit diprediksi. Tak jarang, warga yang membawa hasil kebun maupun beban berat lainnya nyaris terjatuh ke sungai.

Mendengar keresahan masyarakat, Batalyon Pelopor C Korps Brimob Polda NTT dan TNI segera turun langsung ke lokasi. Para personel keamanan ini bahu-membahu bersama warga Desa Dikira untuk membangun jembatan darurat yang lebih kokoh.

Aksi gotong royong ini disambut antusiasme masyarakat setempat. Menariknya, tidak hanya orang dewasa, anak-anak sekolah pun ikut turun tangan membantu membawa peralatan dan kebutuhan logistik demi mempercepat proses pembangunan akses jalan mereka.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggie Meidyana)