14 Korban Gempa M 6,7 Sigi Dirawat Intensif di RS Torabelo

17 June 2026 22:07

Sedikitnya 14 orang korban gempa bumi bermagnitudo 6,7 yang mengguncang wilayah Sulawesi Tengah pada Selasa siang, kini tengah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Torabelo, Kabupaten Sigi. Para korban yang sebagian besar berasal dari Kecamatan Palolo dan Kecamatan Nokilalaki ini rata-rata menderita luka akibat tertimpa reruntuhan material bangunan saat gempa terjadi.

Merespons situasi darurat pascagempa, pihak RS Torabelo untuk sementara waktu memfokuskan perawatan para korban di dalam dua fasilitas tenda darurat yang telah didirikan di area rumah sakit.

Direktur RS Torabelo Sigi, Diah Ratnaningsih, memastikan bahwa seluruh pasien korban gempa telah mendapatkan penanganan medis yang memadai, terutama untuk penanganan trauma fisik dan luka.

"Korban yang dirujuk ke RS Torabelo berjumlah 14 orang dari wilayah Nokilalaki dan sekitarnya. Kami sudah melakukan tindakan-tindakan medis terkait kegawatdaruratannya," ujar Diah dikutip dari tayangan Primetime News, Metro TV, Rabu 17 Juni 2026.

"Kemarin, kebetulan juga disaksikan langsung oleh Ibu Wakil Gubernur Sulawesi Tengah dan Bapak Bupati Sigi. Mereka berkunjung untuk memantau dan melihat kondisi masyarakat yang telah dikirimkan ke Rumah Sakit Torabelo," tambahnya.

Keluhan Kondisi Tenda Darurat

Meski penanganan medis telah diberikan secara maksimal, penempatan pasien di dalam dua tenda darurat mulai menimbulkan kendala terkait kapasitas ruang. Kondisi di dalam tenda dinilai cukup padat sehingga memengaruhi kenyamanan pasien yang sedang dalam masa pemulihan.

Mansur, salah seorang warga Sigi yang turut menjadi korban luka dan dirawat di tenda darurat tersebut, berharap agar segera ada penataan ruang perawatan yang lebih layak.

"Harapannya kalau memang kondisinya sudah memungkinkan, bisa dipindahkan ke tempat semula yang lebih layak. Kalau di sini kan kondisinya berdesak-desakan," ungkap Mansur.

(Sofia Zakiah)