Foto Baling-Baling Jadi Pesan Terakhir Teknisi ATR 42-500 ke Istri

21 January 2026 21:12

Suasana haru dan kecemasan masih menyelimuti kediaman Dwi Murdiono di kawasan Tajur Halang, Bogor, Jawa Barat. Dwi merupakan teknisi pesawat ATR 42-500 yang jatuh di Gunung Bulu Saraung, Maros, Sulawesi Selatan, pada Sabtu 17 Januari 2026 lalu.

Hingga kini, nasib Dwi belum diketahui karena proses evakuasi masih berlangsung. Sang istri, Sinta Jayanti, mengaku tidak menyangka pertemuan pada Sabtu pagi itu menjadi momen terakhirnya memeluk sang suami sebelum berangkat dinas ke Makassar.

Sinta menuturkan, keberangkatan suaminya kali ini sebenarnya untuk menggantikan posisi rekan kerjanya yang kosong. Tidak ada firasat buruk yang dirasakannya saat melepas kepergian Dwi, meski anak-anak mereka sempat merengek meminta sang ayah untuk libur dan tetap di rumah.
 

Baca juga:
Korban Ketiga Pesawat ATR 42-500 Ditemukan di Lereng Gunung Bulusaraung

Pesan Terakhir: Foto Baling-Baling

Sesaat sebelum lepas landas, Dwi sempat mengirimkan sebuah foto baling-baling pesawat kepada Sinta. Pesan sederhana tersebut kini menjadi kenangan terakhir yang digenggam erat oleh keluarga.

Meski hari terus berganti, Sinta dan keluarga masih menyimpan harapan besar agar Dwi dapat ditemukan dalam kondisi selamat.

"Harapannya semoga cepat ketemu. Ada mukjizat, kalau cepat ketemu bisa pulang kumpul lagi sama kita, sama anak-anaknya. Soalnya dia sudah jadi bapak kita," ujar Sinta dengan suara bergetar menahan tangis.

Terkendala Medan Berat

Sementara itu, Tim SAR gabungan di lapangan masih terus berupaya mencari korban yang belum ditemukan. Proses pencarian dan evakuasi di lokasi jatuhnya pesawat menghadapi tantangan berat berupa medan tebing yang terjal serta kondisi cuaca ekstrem yang kerap berubah.

Keluarga di Bogor kini hanya bisa berdoa menanti kabar terbaik dari Gunung Bulu Saraung, berharap orang tercinta mereka segera dievakuasi.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Sofia Zakiah)