24 January 2026 19:20
Bagi sebagian orang, durian adalah soal aroma dan rasa. Namun di Banjarnegara, Jawa Tengah, durian juga menyimpan kisah tentang ketelatenan, kesabaran, dan inovasi pertanian. Dari sebuah kebun sederhana di pedesaan, lahir sensasi tak biasa.
Keunikan ini dapat ditemui di sebuah kebun durian di Desa Gembongan, Kecamatan Sigaluh. Dari satu batang pohon yang sama, beragam jenis durian tumbuh dan berbuah secara bersamaan. Setiap cabang menghasilkan varietas berbeda, mulai dari Musang King, Bawor, Duri Hitam, Montong, Petruk, hingga sejumlah varietas lokal khas Banjarnegara.
Perbedaan terlihat jelas pada warna daging buah yang bervariasi dari kuning pucat hingga kuning keemasan. Karakter rasanya pun beragam, ada yang legit manis, lembut, hingga memiliki sentuhan pahit yang khas.
Keunikan tersebut dihasilkan melalui teknik sambung pucuk atau top working, yakni menyatukan berbagai varietas unggulan pada pohon durian tua yang telah memiliki sistem perakaran kuat. Dengan teknik ini, satu pohon mampu memproduksi banyak jenis durian tanpa mengurangi kualitas buah.
“Pasca pemangkasan, dibutuhkan keahlian khusus. Jeda sekitar tiga tahun baru muncul produksi baru dari hasil top working tersebut,” ujar pemilik kebun, Triyono.
Baca juga:
Kalender Musim Buah 2026: Jadwal dan Tips Memilih Buah Segar |