Jakarta: Juventus dilaporkan tidak hanya sekadar berburu nama baru di bursa transfer untuk menggantikan peran Dusan Vlahovic. Klub berjuluk Si Nyonya Tua tersebut tengah menyiapkan evolusi taktik besar guna memastikan tim tidak lagi memiliki ketergantungan berlebih pada satu individu di lini depan.
Poin Krusiak Strategi Jangka Panjang Juventus
Dilansir dari
Football Italia, pendekatan manajemen saat ini lebih menitikberatkan pada pencarian profil penyerang yang kompatibel dengan model permainan modern. Berikut adalah poin-poin krusial terkait strategi jangka panjang
Juventus:
1. Transformasi Peran Nomor 9
Selama ini, Vlahovic berfungsi sebagai target man (penyerang sasaran) tunggal dengan volume tembakan dan kontribusi
Expected Goals (xG) atau statistik peluang gol yang sangat tinggi. Juventus kini mencari sosok pendamping atau pelapis yang lebih dinamis dan tidak kaku dalam menunggu bola di kotak penalti.
2. Kriteria Penyerang Ideal
Analisis taktik menekankan bahwa penyerang masa depan Juve wajib memiliki kemampuan
build-up (membangun serangan) dengan turun menjemput bola. Selain itu, pemain tersebut harus kuat dalam melakukan pressing tinggi (tekanan tinggi di wilayah lawan) serta mampu melakukan kombinasi cepat dengan gelandang maupun winger (pemain sayap).
3. Fleksibilitas Formasi
Juventus sedang mempertimbangkan penyesuaian sistem, seperti penggunaan formasi 4-2-3-1 atau 3-4-2-1. Tujuannya adalah agar peran penyerang utama bisa diisi oleh pemain dengan karakter berbeda tanpa mengubah identitas permainan tim secara keseluruhan.
4. Tanggung Jawab Gol Kolektif
Dengan merekrut striker yang memiliki mobilitas tinggi untuk membuka ruang,
Juventus ingin menyebar tanggung jawab mencetak gol kepada lini kedua. Strategi ini diharapkan membuat urusan produktivitas menjadi beban kolektif, sehingga ketika Vlahovic absen akibat cedera atau sanksi, ketajaman tim tidak menurun drastis.
5. Implikasi Jangka Panjang
Perencanaan skuad saat ini mengarah pada kepemilikan dua tipe penyerang yang berbeda: satu dengan profil fisik penyelesai seperti Vlahovic, dan satu lagi yang lebih serbaguna. Hal ini akan memberikan fleksibilitas bagi pelatih dalam menghadapi berbagai gaya pertahanan lawan di kompetisi Serie A maupun kancah Eropa.
Langkah ini menandai pergeseran filosofi di bawah kepemimpinan pelatih baru.
Juventus tidak lagi ingin terjebak dalam pola permainan yang hanya diarahkan untuk menciptakan peluang bagi satu pemain tunggal, melainkan membangun model permainan yang lebih terintegrasi dan cair.
Saat ini, beberapa profil pemain dengan kemampuan
focal point (titik fokus serangan) tengah dipantau secara intensif. Manajemen meyakini bahwa restrukturisasi model permainan ini akan memberikan stabilitas prestasi bagi klub dalam jangka panjang, sekaligus meningkatkan nilai tawar taktis mereka di level internasional.
Jangan lupa saksikan
MTVN Lens lainnya hanya di
Metrotvnews.com.
(Muhammad Fauzan)