Swiss sering kali digadang-gadang sebagai negara dengan kualitas hidup terbaik di dunia. Bukan tanpa alasan, negara federal yang terdiri dari 26 kanton ini menawarkan perpaduan sempurna antara stabilitas politik, kekayaan sejarah, dan efisiensi teknologi yang luar biasa.
Dalam program Journey Way to Explore, Metro TV, Gadis Bianca mengajak kita menyusuri sudut-sudut eksotis Swiss, mulai dari hiruk pikuk Zurich hingga kota-kota tua yang menyimpan memori abad pertengahan.
Zurich: Gerbang Ketertiban dan Sejarah
Perjalanan dimulai di Zurich, kota terpadat di Swiss. Meski sibuk, ketertiban menjadi napas utama di kawasan seperti Bahnhofstrasse. Di sini, pengunjung bisa mendalami jati diri bangsa Swiss melalui Museum Nasional Swiss.
Sejarah mencatat bahwa hingga akhir abad ke-19, Swiss merupakan negara yang relatif miskin. Namun, revolusi industri dan kebijakan netralitas politik yang konsisten mengubahnya menjadi salah satu raksasa ekonomi dunia. Ketangguhan ini tecermin dari bagaimana mereka menghargai masa lalu, termasuk diorama perang melawan Prancis yang menjadi tonggak bersatunya kanton-kanton di bawah bendera Switzerland.
Teknologi yang Memanjakan Wisatawan
Salah satu daya tarik utama Swiss bagi pelancong adalah sistem transportasinya yang sangat ramah. Melalui paket Grand Train Tour, wisatawan cukup mengandalkan kereta untuk mencapai destinasi unggulan.
"Traveling di Swiss menjadi lebih mudah dengan aplikasi Swiss Travel Guide. Kita bisa melihat highlight destinasi yang dikategorikan mulai dari museum hingga situs warisan dunia UNESCO," ujar Gadis Bianca.
Kemudahan semakin lengkap dengan adanya Swiss Travel Pass—satu kartu untuk semua moda transportasi publik—serta fasilitas luggage transfer yang memungkinkan bagasi dikirim langsung dari stasiun ke hotel tujuan.
Schaffhausen: Gemuruh Rheinfall dan Tradisi Munot
Bergeser ke utara, sekitar satu jam dari Zurich, terdapat kota Schaffhausen yang menjadi rumah bagi Rheinfall, air terjun terbesar di Eropa. Terbentuk sejak zaman es, air terjun ini menawarkan pemandangan megah dengan debit air yang deras, terutama saat musim semi.
Di pusat kota Schaffhausen, wisatawan disambut oleh bus listrik ramah lingkungan dan arsitektur Barok klasik yang unik. Salah satu ciri khasnya adalah jendela Oriel—jendela yang menjorok keluar sebagai simbol status kekayaan di masa lalu.
Tak jauh dari situ, berdiri tegak Benteng Munot yang dibangun pada abad ke-16. Benteng ini memiliki tradisi unik: setiap jam 9 malam, penjaga benteng akan membunyikan bel, sebuah isyarat historis bahwa gerbang kota dan penginapan harus segera ditutup.
San Gallen: Perpustakaan Rokoko Paling Indah di Dunia
Eksplorasi berlanjut ke San Gallen, kota yang kental dengan nuansa abad pertengahan. Ikon utama kota ini adalah Abbey of St. Gall, sebuah kompleks gereja katedral dan perpustakaan yang masuk dalam daftar Warisan Dunia UNESCO sejak 1983.
Perpustakaan Abbey dikenal memiliki aula bergaya Rokoko yang disebut-sebut sebagai salah satu yang terindah di dunia. Menyimpan lebih dari 170.000 dokumen dan 2.000 manuskrip kuno dari abad ke-8, perpustakaan ini menerapkan aturan ketat bagi pengunjung guna menjaga kelestarian koleksi bersejarahnya.
Olma Messe: Wajah Ceria Budaya Lokal
Perjalanan di bulan Oktober memberikan bonus tersendiri: Festival Olma Messe. Pameran tahunan yang telah berlangsung selama lebih dari 70 tahun ini menarik ratusan ribu pengunjung.
Di festival ini, wajah tradisional Swiss muncul melalui suara alat musik tiup panjang, Alphorn. Tak hanya itu, atraksi yang paling dinanti adalah balap babi atau piglet race yang selalu berhasil mengundang tawa dan keceriaan dari para pengunjung lokal maupun mancanegara.
Menjelajahi Swiss bukan sekadar urusan pemandangan alam yang cantik, melainkan tentang bagaimana sebuah bangsa mampu merawat warisan klasik Eropa selama ribuan tahun dan menyandingkannya dengan gaya hidup modern yang disiplin. Sebuah perjalanan yang memberikan kesan mendalam bagi siapa saja yang mengunjunginya.