Album Debut Hindia “Menari dengan Bayangan” Akan Jadi Film Layar Lebar

Zein Zahiratul Fauziyyah • 6 April 2026 16:05

Jakarta: Vokalis Hindia Baskara Putra mengumumkan kabar gembira bagi penggemarnya. Album debut studionya yang dirilis pada 2019, “Menari dengan Bayangan”, akan diadaptasi menjadi film layar lebar.

Pengumuman proyek ini disampaikan langsung oleh Baskara dalam acara yang digelar di Museum Macan, Jakarta Barat, pada Jumat, 2 April 2026. Baskara akan terlibat langsung sebagai Produser Eksekutif dalam proyek film tersebut.
 

 

Kolaborasi dengan Sutradara Peraih Piala Citra

Untuk mewujudkan adaptasi ini, Baskara menggandeng rumah produksi ternama Palari Films. Posisi sutradara dipercayakan kepada Edwin, sineas berpengalaman yang sebelumnya sukses menyutradarai film-film kritis dan populer.

“Perjalanan baru bagi ‘Menari dengan Bayangan’ yang akan hadir dalam medium baru bersama Palari Films,” ujar Baskara dalam pernyataan tertulis.

Edwin memiliki sejumlah prestasi, termasuk “Posesif” (2017) yang membawanya meraih Piala Citra FFI untuk Sutradara Terbaik, “Aruna dan Lidahnya” (2018), serta film “Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas” (2021) yang memenangkan penghargaan utama Golden Leopard di Festival Film Internasional Locarno, Swiss.

Visi Besar Palari Films

Proyek adaptasi album Hindia ini sejalan dengan target Palari Films untuk melahirkan 10 karya berkualitas dalam 10 tahun, baik film, serial, maupun antologi, dengan harapan diterima di tingkat nasional maupun internasional.

Baskara mengaku bangga dapat bekerja sama dengan Palari Films.

“Bagi saya, Palari Films adalah salah satu rumah produksi yang mampu menciptakan karya-karya inovatif, relevan, dan membicarakan isu yang tengah terjadi di masyarakat. Merasa terhormat menjadi bagian dalam perjalanan tonggak penting satu dekade Palari Films,” tutup Baskara.

Jangan lupa saksikan MTVN Lens lainnya hanya di Metrotvnews.com. 

(Daffa Yazid Fadhlan)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Zein Zahiratul Fauziyyah)