22 August 2026 12:51
Kubu Raya: Presiden Prabowo Subianto mendarat di Pangkalan TNI Angkatan Udara Supadio Pontianak, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, pada Sabtu pagi, 22 Agustus 2026. Kedatangan Kepala Negara ini bertujuan untuk memimpin langsung operasi darurat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang tengah melanda wilayah Kalimantan.
Dikutip dari tayangan Metro Siang Metro TV, Sabtu 22 Agustus 2026, sesaat setelah turun dari pesawat, Presiden Prabowo langsung bergerak menuju Posko Operasi Udara Lanud Supadio untuk menerima laporan situasi terkini serta memimpin rapat koordinasi tertutup bersama jajaran TNI, Polri, BNPB, Basarnas, dan pemerintah daerah setempat.
Dalam pertemuan tersebut, Staf Khusus Kepala BNPB Brigjen TNI (Purn.) Asrianus Bulo melaporkan hasil pantauan satelit selama 24 jam terakhir yang mendeteksi adanya 198 hotspot (titik panas) dengan tingkat kepercayaan tinggi yang dipastikan sebagai titik api dan asap.
Selain itu, tercatat pula 3.100 titik berkepul asap dengan tingkat kepercayaan menengah, serta 406 titik dengan tingkat kepercayaan rendah.
Sebaran titik panas ini didominasi di wilayah sektor selatan, yakni Kabupaten Ketapang, Kabupaten Kubu Raya, dan Kabupaten Kayong Utara.
Sebelum mendarat di Kalimantan Barat, Presiden Prabowo telah menginstruksikan para pejabat utama TNI dan Polri untuk turun langsung berkolaborasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat dalam mengatasi karhutla di empat provinsi terdampak.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa arahan utama Presiden adalah menyelesaikan karhutla secepat dan seoptimal mungkin demi memulihkan aktivitas normal masyarakat.
Presiden Prabowo juga menegaskan bahwa setiap pelanggaran hukum terutama tindakan pembukaan lahan dengan cara dibakar harus ditindak secara tegas tanpa kompromi.