Waspada! Ini Ciri-Ciri Kucing Terkena Rabies yang Tidak Boleh Diabaikan-Serius Ini Hewan?

10 June 2026 15:35

Jakarta: Rabies merupakan salah satu penyakit mematikan yang dapat menyerang hewan mamalia, termasuk kucing. Penyakit yang disebabkan oleh virus rabies ini tidak hanya berbahaya bagi hewan, tetapi juga dapat menular kepada manusia. 

Rabies umumnya menular melalui gigitan hewan yang telah terinfeksi. Pada kucing, virus dapat masuk melalui gigitan, luka terbuka yang terkontaminasi air liur hewan terinfeksi, maupun kontak langsung dengan jaringan saraf hewan yang membawa virus rabies.

Mengenali gejala sejak dini menjadi langkah penting untuk mencegah penyebaran penyakit dan melindungi hewan maupun manusia di sekitarnya.
 

 

Tiga Ciri-Ciri Rabies pada Kucing

Berikut beberapa gejala rabies pada kucing yang perlu diwaspadai, dikutip dari laman Alodokter.

1. Perubahan Perilaku

Waspadai apabila kucing peliharaan menunjukkan perubahan perilaku yang drastis. Perubahan tersebut dapat berupa berkurangnya nafsu makan, perubahan cara berinteraksi dengan manusia, atau perilaku yang berbeda dari biasanya.

Sebagai contoh, kucing yang umumnya aktif dan energik dapat tiba-tiba menjadi lemas, lebih banyak diam, tampak gelisah, atau justru menunjukkan perilaku yang tidak biasa.

2. Mengalami Gangguan Saraf

Rabies menyerang sistem saraf sehingga dapat menimbulkan berbagai gangguan neurologis pada kucing.

Gejala yang sering muncul antara lain kejang, kesulitan berjalan, menjadi sangat sensitif terhadap suara bising, menghindari cahaya terang, hingga kehilangan kesadaran. Pada beberapa kasus, kucing juga dapat kehilangan kemampuan mengenali orang di sekitarnya.

Gangguan saraf ini dapat memicu perilaku yang sulit diprediksi, termasuk kecenderungan untuk mencakar atau menggigit secara tiba-tiba.

3. Mengeluarkan Air Liur Berlebihan

Salah satu gejala rabies yang cukup khas adalah produksi air liur berlebihan. Kondisi ini terjadi karena virus rabies dapat menyebabkan kelumpuhan pada otot rahang dan tenggorokan, sehingga kucing kesulitan menelan air liur yang diproduksi tubuhnya.

Tiga Tahapan Rabies pada Kucing

Selain mengenali gejalanya, penting juga memahami tahapan perkembangan rabies pada kucing. Berikut penjelasannya, dikutip dari Pawly Clinic.

1. Tahap Prodromal

Tahap prodromal merupakan fase awal rabies yang ditandai dengan munculnya perubahan perilaku dan gejala-gejala ringan.

Pada tahap ini, pemilik hewan disarankan segera membawa kucing ke dokter hewan untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut. Penanganan sedini mungkin dapat membantu mencegah penyebaran virus kepada hewan lain maupun manusia.

2. Tahap Agresif

Setelah fase awal, kucing yang terinfeksi dapat memasuki tahap agresif. Pada fase ini, perilaku kucing menjadi jauh lebih mudah tersinggung, agresif, dan sulit diprediksi.

Kucing dapat menunjukkan kecenderungan menyerang, menggigit, atau mencakar tanpa pemicu yang jelas. Risiko penularan rabies pada tahap ini juga menjadi lebih tinggi karena virus banyak ditemukan dalam air liur hewan yang terinfeksi.

3. Tahap Paralisis

Tahap paralisis merupakan fase lanjut rabies yang ditandai dengan gangguan neurologis yang semakin parah.

Gejalanya meliputi kelemahan otot, kesulitan berjalan, hingga kelumpuhan pada sebagian atau seluruh tubuh. Pada tahap ini, kondisi kucing umumnya sudah sangat serius dan peluang pemulihan menjadi sangat kecil.
 

Nah, rabies merupakan penyakit yang berkembang secara bertahap dan dapat berakibat fatal jika tidak ditangani dengan cepat. Karena itu, pemilik hewan peliharaan perlu lebih waspada terhadap perubahan perilaku, gangguan saraf, maupun gejala fisik yang muncul pada kucing. Pemeriksaan dini ke dokter hewan menjadi langkah penting untuk mencegah penyebaran penyakit sekaligus melindungi kesehatan hewan dan manusia.

Jangan lupa saksikan MTVN Lens lainnya hanya di Metrotvnews.com. 

(Odetta Aisha Amrullah)

(Zein Zahiratul Fauziyyah)