Venezuela Diguncang Gempa, Dubes RI Pastikan 38 WNI dalam Kondisi Aman

25 June 2026 20:01

Dua gempa bumi tektonik dahsyat berkekuatan 7,2 dan 7,5 Magnitudo mengguncang wilayah utara hingga tengah Venezuela pada Rabu malam, 24 Juni 2026 waktu setempat. Gempa terkuat dalam satu abad terakhir ini memicu runtuhnya ratusan gedung perkantoran serta apartemen, memutus jaringan utilitas listrik dan gas, serta menyebabkan ratusan orang meninggal dunia dan 700 lainnya luka-luka.

Duta Besar Republik Indonesia untuk Venezuela, Fikry Cassidy memastikan seluruh warga negara Indonesia berada dalam kondisi selamat. Meski demikian, guncangan gempa terasa sangat destruktif dan diikuti oleh lebih dari 20 kali gempa susulan hingga Kamis pagi. 

"Ada dua gempa kemarin sore dan begitu gempa, kami KBRI sudah melakukan kontak dengan seluruh warga negara Indonesia yang ada di Venezuela. Dan syukur alhamdulillah mereka dalam keadaan aman. Jumlah dari WNI yang ada di Venezuela pada saat ini jumlahnya 38 orang," ujar Dubes RI Fikry Cassidy dalam wawancara bersama Metro Hari Ini, Metro TV, Kamis 25 Juni 2026.
 


Dubes Fikry menjelaskan, dari total 38 WNI tersebut, mayoritas menetap di wilayah ibu kota Caracas, sementara satu orang terpantau sedang berada di luar kota, tepatnya di wilayah Valencia. Sejauh ini, komunikasi interaktif dengan seluruh WNI masih terjalin dengan sangat baik.

KBRI Caracas Dibuka Jadi Posko Darurat Pengungsian

Daerah Chacao dan La Guaira dilaporkan mengalami dampak paling parah dengan banyaknya gedung apartemen yang roboh. Di sisi lain, fisik bangunan KBRI Caracas dan Wisma Indonesia dilaporkan tidak mengalami retak struktural yang masif.

Mengingat pemadaman listrik secara total dan terputusnya pasokan air bersih melanda wilayah permukiman padat di Caracas, KBRI menetapkan langkah perlindungan cepat dengan menampung para WNI yang terdampak.

"Pada saat ini ada beberapa WNI, yang kebetulan staf KBRI, yang menginap di KBRI karena memang tidak ada listrik dan air di daerahnya. Kami juga menyarankan untuk setiap saat memonitor channel-channel darurat termasuk juga dengan KBRI. Kita sudah imbau mereka untuk tidak masuk ke dalam ruangan atau rumah yang memang sudah tidak layak lagi kondisinya. Itu kita akan mintakan infonya sehingga mereka bisa kita carikan tempat, apakah itu nanti di KBRI sebagai posko pada saat ini, atau tempat lain," jelasnya.

Pihak KBRI juga berencana berkoordinasi dengan pemerintah lokal Venezuela yang telah menyiapkan beberapa jaringan hotel darurat bagi para pengungsi jika eskalasi gempa susulan kian membahayakan keamanan tempat tinggal para WNI.

(Sofia Zakiah)


Close Ads X
Close Ads X