Perlindungan Sosial Sepanjang Hayat

30 October 2026 00:48

Pemerintah Indonesia terus memperkuat ekosistem Perlindungan Sosial (Perlinsos) sepanjang hayat guna menekan angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Penanganan yang dilakukan tidak sekadar berfokus pada pembagian bantuan sosial, tetapi menyentuh pemenuhan gizi, kesehatan, pendidikan, hingga perumahan dan pemberdayaan ekonomi secara komprehensif.

Sebagai salah satu wujud nyata, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, meninjau langsung pelaksanaan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah di Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat. Ia menargetkan perbaikan hunian milik warga penerima manfaat dapat rampung sebelum perayaan Natal.

"Inilah yang dimaksud dengan komprehensif. Rumahnya diperbaiki, bagi yang belum memiliki sertifikat akan dibantu, dan bagi yang tidak punya usaha juga akan diberi bantuan," ujar Maruarar dikutip dari Top News, Metro TV, Kamis 29 Oktober 2026.
 



Upaya lintas kementerian ini sejalan dengan visi Presiden RI Prabowo Subianto yang menegaskan komitmennya untuk mengentaskan kemiskinan dan membangun negara kesejahteraan.

"Saya mau menjadi presiden untuk melihat rakyat sejahtera. Saya tidak mau menjadi presiden jika rakyat saya miskin terus. Malu saya, lebih baik saya tidak jadi presiden!" tegas Prabowo.

Keseriusan pemerintah tercermin dari alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 sebesar Rp162,5 triliun khusus untuk program bantuan sosial. Hingga akhir September 2026, pemerintah telah merealisasikan penyaluran sebesar Rp115,8 triliun kepada masyarakat miskin dan rentan miskin. Dampak dari masifnya program ini terlihat dari data Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat turunnya angka kemiskinan nasional menjadi 8,07 persen pada Maret 2026.

Meski angka kemiskinan menurun, tantangan distribusi dan aksesibilitas masih menjadi pekerjaan rumah. Untuk memastikan bantuan menjangkau warga yang kesulitan mengakses layanan digital pemerintah, Menteri Sosial Saifullah Yusuf mendorong pengerahan Agen Perlinsos.

"Ada banyak faktor yang menyebabkan masyarakat belum bisa mengikuti layanan digital. Oleh karena itu, kita mengundang dan mengajak semua pihak untuk terlibat menjadi agen Perlinsos di lapangan guna menjembatani kendala tersebut," pungkas Saifullah.

(Sofia Zakiah)


Close Ads X
Close Ads X