14 October 2022 12:49
TGIPF sudah melakukan analisis hasil dari investigasi sejak 12 Oktober 2022 dan mengantongi barang bukti yang dianggap krusial. Salah satunya kandungan kimia gas air mata yang pada beberapa waktu lalu diperiksa di laboratorium. Hal lainnya adalah pertandingan malam hari antara Arema FC vs Surabaya diduga untuk mengakomodir iklan rokok.
LPSK juga menemukan lima penemuan dari tragedi ini, yakni penggunaan gas air mata berlebihan, Kapolres Malang non-aktif tidak melarang penggunaan gas air mata, relawan medis dipukul oknum aparat, tabung gas air mata jatuh di atap ambulan yang membawa enam orang, dan oknum TNI menyeret seorang Aremania.
Besar harapan agar rekomendasi TGIPF Tragedi Kanjuruhan yang akan diserahkan ke Presiden Jokowi tidak jadi Macan Kertas yang miskin implementasi. Alangkah baiknya ungkapan "Saatnya berbenah Sepak Bola Indonesia" tidak jadi omong kosong belaka. Renovasi stadion saja tidak cukup untuk memperbaiki kualitas sepak bola Tanah Air. Mental seluruh insan sepak bola Tanah Air pun harus dibenahi, mulai dari pemerintah, pengurus, penyelenggara, klub, bahkan suporter.