Strategi inDrive Gaet Penumpang di Tengah Persaingan Sengit

18 October 2022 12:58

Kenaikan tarif ojek online yang telah diberlakukan Kementerian Perhubungan ternyata belum mampu meningkatkan kesejahteraan pengemudi ojek online

Ketua Bidang Advokasi Masyarakat Transportasi Indonesia, Djoko Setijowarno mengatakan angkutan ojek online (ojol) telah gagal sebagai bisnis transportasi. Pendapatan yang diterima pengemudi ojek rata-rata di bawah Rp3,5 juta/bulan dengan lama kerja 8-12 jam sehari selama 30 hari kerja. Padahal aplikator ojek online menjanjikan pendapatan Rp8 juta/bulan.

Djoko menilai para pengemudi ojek online tidak merasakan peningkatan pendapatan akibat tergerus potongan fasilitas aplikasi. Apalagi statusnya bukan pegawai melainkan mitra. 

Sementara aplikator ojek online memastikan terus berupaya menawarkan peluang penghasilan yang berkelanjutan bagi pengemudi. 

Director of Ride Hailing inDrive, Roman Ermoshin mengatakan sejak beroperasi di Indonesia pada 2019, inDrive senantiasa mempertemukan permintaan dengan penawaran. 

Soal tarif inDrive menawarkan kesempatan bagi penumpang dan pengemudi untuk bernegosiasi. Adapun batasan maupun acuan tarif tetap merujuk pada regulasi yang ditawarkan pemerintah.

"Kami sudah berinvestasi di teknologi dan kami pastikan tarif yang diterapkan sangat fair." ungkap Director of Ride Hailing inDrive, Roman Ermoshin.

Saat ini inDrive sudah memiliki 600 ribu mitra pengemudi sepeda motor maupun mobil. Ke depan, inDrive akan terkoneksi dengan pembayaran dompet digital hingga menyediakan layanan pengantaran makanan.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggie Meidyana)