NEWSTICKER

Kompensasi Kenaikan Harga BBM Bersubsidi, INDEF: Data Penerima BLT Harus Valid

4 September 2022 19:19

Presiden Joko Widodo menyatakan pemerintah melakukan penyesuaian harga BBM subsidi. Anggaran subsidi BBM akan dialihkan untuk bantuan yang lebih tepat sasaran, karena selama ini BBM subsidi masih banyak digunakan oleh orang mampu.

Menurut Direktur Riset INDEF Berly Martawardaya, langkah pemerintah menaikan harga BBM tersebut sudah sesuai dengan fungsi APBN yaitu, stabilisasi, distribusi dan alokasi. Pemerintah juga harus memilih dan memprioritaskan distribusi dan alokasi APBN agar tepat sasaran. 

"Alokasi Rp252,5 triliun masih tidak cukup dan masih perlu ditambah Rp195,6 triliun sehingga totalnya R 448,1 triliun, itu berarti dari APBN sekitar 15%. Hampir mendekati alokasi untuk pendidikan sebesar 20%. Ini (subsidi BBM) tidak lebih penting dibanding pendidikan," papar Berly dalam Prime Time News Metro TV, Minggu (4/9/2022). 

Diingatkannya pemerintah harus memastikan keakuratan data calon penerima BLT yang ada saat ini. Pemerintah juga harus menentukan langkah mitigasi mencegah lonjakan harga yang tidak wajar terhadap komoditas bahan pokok.