NEWSTICKER

Tidak Boleh Sembarangan, Ini Aturan Membuat Polisi Tidur

29 August 2022 15:52

Fungsi polisi tidur untuk memperlambat lalu lintas kendaraan di jalan dalam memberikan keselamatan bagi pengguna jalan dan lingkungan sekitar. Menurut UU LLAJ, terdapat tiga jenis alat batas kecepatan yakni, Speed Bump yang digunakan pada area parkir, dan jalan lingkungan terbatas dengan kecepatan kurang dari 10km/jam. Speed Hump digunakan pada jalan lokal, dan jalan lingkungan dengan kecepatan kurang dari 20km/jam. Speed Table digunakan pada jalan kolektor dan jalan lokal, serta jalan lingkungan tempat penyebrangan dengan kecepatan kurang dari 40km/jam.

Aturan dan standart pembatasan kecepatan mengacu pada Permenhub Nomor 14 Tahun 2021, untuk speed bump yang memiliki ukuran tinggi antara 5-9 sentimeter, dan lebar bagian atas antara 35-39 sentimeter, kombinasi warna kuning atau putih dan hitam berukuran antara 25-50 sentimeter, jarak pemasangan berulang 90-150 sentimeter pada jalan lurus.

Sementara untuk speed hump memiliki ukuran tinggi antara 8-15 sentimeter dengan lebar 30-90c sentimeter, kombinasi warna kuning atau putih 20 sentimeter dan warna hitam berukuran antara 30 sentimeter, jarak pemasangan berulang 90-180 sentimeter. Kemudian untuk speed table ukuran tinggi antara 8-9 sentimeter, lebar bagian atas 660 sentimeter, kombinasi warna kuning atau putih ukuran 20 sentimeter, dan warna hitam berukuran antara 30 sentimeter, jarak pemasangan berulang 90-180 sentimeter.

Berdasarkan pasal 28 UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkatan Jalan (LLAJ), setiap orang dilarang melakukan perbuatan yang mengakibatkan kerusakan atau gangguan fungsi jalan, serta dilarang melakukan perbuatan yang mengakibatkan gangguan pada fungsi perlengkapan jalan sebagaimana dimaksud dalam pasal 25 ayat (1).

Setiap orang yang melakukan perbuatan yang mengakibatkan kerusakan atau gangguan fungsi jalan akan dikenakan pasal 247 ayat 1 dan dipenjara paling lama satu tahun atau denda paling banyak Rp24 juta.