13 September 2026 22:22
Erupsi dahsyat Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda tidak hanya menyisakan dampak besar terhadap ruang udara nasional, tetapi juga membawa duka dan kecemasan mendalam di tengah perairan. Sebuah speedboat yang membawa rombongan jurnalis peliput erupsi hingga kini masih dinyatakan hilang kontak. Tim SAR gabungan terus berpacu dengan waktu menyisir lautan demi menjaga lentera harapan bagi keluarga korban dan insan pers.
Di balik fenomena alam yang dahsyat tersebut, kecemasan merebak saat kapal cepat yang membawa delapan orang dilaporkan hilang sejak awal pekan. Kapal tersebut mengangkut lima orang jurnalis, yakni M. Bagus Khoirunas (Kantor Berita Antara), Ari Basuki (Merdeka.com), Yudistiro Pranoto (iNews), Firman Daus (Anadolu Agency), serta jurnalis lepas Donald Husni. Selain itu, terdapat dua awak kapal bernama Kapten Warta dan Sukarman, serta seorang pemandu bernama Herianto.
Memasuki hari keempat pencarian, Tim SAR Gabungan bersama Kapal Angkatan Laut (KAL) Anyer berhasil menemukan petunjuk berupa jaket pelampung yang mengapung di tengah laut. Operasi penyisiran yang dibagi ke dalam enam sektor ini menghadapi tantangan berat akibat jarak pandang terbatas dan sebaran abu vulkanik pekat yang bahkan sempat melumpuhkan aktivitas penerbangan nasional.
Di tengah proses evakuasi yang berpacu dengan waktu, dukungan moral, doa bersama lintas jurnalis, serta pendampingan psikologis terus diberikan kepada keluarga korban di Posko Pelabuhan Carita untuk menjaga asa keselamatan seluruh rombongan.