Evakuasi KM Mutiara Sentosa 2 Terkendala Gelombang Tinggi dan Angin Kencang

2 August 2026 17:10

Proses evakuasi kru dan penumpang kapal KM Mutiara Sentosa 2 yang terbakar di perairan Sumenep, Jawa Timur, menghadapi tantangan berat. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumenep melaporkan bahwa kondisi cuaca ekstrem di lokasi kejadian menjadi hambatan utama bagi tim penyelamat.

Kepala Pelaksana BPBD Sumenep, Achmad Laily Maulidi, mengonfirmasi bahwa meskipun kondisi langit terlihat cerah, kekuatan angin dan tinggi gelombang di perairan utara Selat Madura cukup mengkhawatirkan.

“Kondisi gelombang menjadi kendala bagi kami untuk menuju titik lokasi. Kecepatan angin di wilayah perairan tersebut mencapai kurang lebih 30 knot atau sekitar 56 kilometer per jam,” kata Kepala Pelaksana BPBD Sumenep, Achmad Laily Maulidi, dikutip dari tayangan Breaking News Metro TV, Minggu, 2 Agustus 2026.

Selain angin kencang, tinggi gelombang di sekitar lokasi kebakaran dilaporkan berkisar antara 50 sentimeter hingga 1,4 meter. Kondisi ini membuat kapal-kapal penyelamat membutuhkan waktu lebih lama untuk mencapai titik koordinat kapal.
 



Laily menjelaskan bahwa lokasi terbakarnya KM Mutiara Sentosa 2 berada di sisi utara Pulau Madura. Jarak yang cukup jauh ini menambah durasi perjalanan tim evakuasi dari daratan.

“Dilihat dari titik lokasi, dibutuhkan waktu tempuh kurang lebih 4 hingga 5 jam dengan kapal dari Pelabuhan Kalianget,” ucapnya.

Hingga laporan terakhir diterima, masih terdapat sekitar 40 kru kapal yang berada di atas kapal menunggu proses evakuasi. Kendala cuaca juga sempat mengganggu kelancaran komunikasi dan sinyal antara tim di darat dengan kapal yang berada di tengah laut.

Beberapa penumpang dikabarkan sempat meloncat ke laut untuk menyelamatkan diri. Beruntung, sejumlah kapal besar yang kebetulan melintas di sekitar lokasi berhasil mengevakuasi mereka sebelum tim SAR tiba.

Seluruh korban evakuasi diarahkan menuju Pelabuhan Kalianget karena pelabuhan tersebut dianggap paling representatif untuk bersandarnya kapal-kapal besar yang membantu proses penyelamatan.

“Kami sudah menyiagakan tim gabungan dan sejumlah unit ambulans di Pelabuhan Kalianget untuk memberikan penanganan medis segera bagi para korban yang membutuhkan,” ucap Laily.

Saat ini, BPBD Sumenep terus berkoordinasi intensif dengan Basarnas Kalianget, SAR Surabaya, serta unsur TNI/Polri untuk memantau perkembangan jumlah korban dan memastikan seluruh kru serta penumpang dapat diselamatkan meski di tengah kondisi cuaca yang sulit.

(Nopita Dewi)


Close Ads X
Close Ads X