Presiden Prabowo Akui Berat Copot Pimpinan BGN

4 June 2026 17:20

Presiden Prabowo Subianto mengakui bahwa keputusan mencopot jajaran pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) merupakan langkah yang sangat berat. Meski para pejabat tersebut merupakan orang-orang kepercayaannya, Prabowo menegaskan tindakan tegas harus diambil demi menjaga integritas dan keberlangsungan program pemerintah.

"Mengganti mereka itu tidak ringan bagi saya," kata Prabowo dalam tayangan Prioritas Indonesia Metro TV, Kamis 4 Juni 2026. 

Pernyataan itu disampaikan Presiden saat menghadiri kegiatan bersama para pelaksana Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menyinggung proses pemberhentian sejumlah pimpinan BGN yang kini tengah menghadapi penyelidikan hukum terkait dugaan penyimpangan dalam pengelolaan lembaga.

Prabowo mengaku para pejabat yang diganti merupakan orang-orang yang selama ini dipercaya dan diberi tanggung jawab besar untuk menjalankan program strategis negara. Namun, ia menegaskan bahwa kepercayaan tersebut tidak dapat menjadi alasan untuk mengabaikan dugaan pelanggaran yang muncul.

“Saya terpaksa mengganti orang-orang yang sebenarnya saya sayangi, orang yang saya percaya, orang yang saya berikan tugas untuk negara yang sangat berat,” ujar Prabowo.

Presiden mengatakan dirinya memilih tidak memberikan banyak komentar terkait kasus yang sedang diproses aparat penegak hukum agar tidak menimbulkan kesan adanya intervensi terhadap jalannya penyelidikan.


Menurut Prabowo, keputusan pergantian pimpinan BGN diambil setelah dirinya menerima berbagai laporan mengenai kekurangan, kejanggalan, hingga indikasi penyelewengan dalam pengelolaan lembaga tersebut. Menindaklanjuti laporan itu, ia mengaku langsung meminta klarifikasi dan pendalaman dari sejumlah lembaga terkait.

"Waktu saya mendapat laporan-laporan itu, saya panggil kepala BPKP, Badan Pemeriksa Keuangan Pemerintah, dan juga Kepala PPATK, dan saya panggil beberapa pejabat lain, saya tanya: 'Tolong saya mendapat laporan tentang BGN'," ujarnya. 

Ia menegaskan bahwa pengawasan terhadap BGN menjadi perhatian serius pemerintah karena lembaga tersebut mengemban tugas penting dalam pelaksanaan Program MBG yang menyasar masyarakat yang membutuhkan bantuan.

“BGN ini suatu program yang sangat-sangat penting bagi bangsa dan negara. Menyangkut rakyat kita yang sedang perlu bantuan,” kata Prabowo.

Presiden menekankan bahwa pemerintah tidak akan memberikan toleransi terhadap penyalahgunaan amanah maupun praktik penyimpangan dalam pelaksanaan program-program strategis negara. Langkah penindakan, menurutnya, diperlukan untuk memastikan bantuan pemerintah benar-benar sampai kepada masyarakat yang berhak menerima.

(Reno Panggalih Nuha Lathifah)