Jakarta: Banten tidak hanya dikenal dengan pantainya yang indah, tetapi juga memiliki beragam destinasi wisata alam dan budaya yang menawarkan pengalaman berbeda. Mulai dari menikmati fenomena alam yang unik, berkemah di tengah kawasan konservasi, snorkeling di perairan jernih, hingga belajar tentang kehidupan sederhana masyarakat adat. Berikut beberapa destinasi wisata di Banten yang patut dikunjungi.
1. Pantai Karang Bereum
Pantai Karang Bereum yang terletak di kawasan pesisir selatan Banten, tepatnya di Kp. Baru, Desa Karangkamulyan, Kecamatan Cihara, Kabupaten Lebak, Bantenmenawarkan pemandangan matahari terbit yang berbeda dari pantai pada umumnya. Saat fajar menyingsing, cahaya matahari memantul di permukaan karang dan menciptakan semburat warna kemerahan yang berpadu dengan nuansa kuning dan biru di langit maupun laut.
Fenomena alam ini menjadi daya tarik utama Karang Bereum, terutama saat musim kemarau antara Mei hingga Agustus ketika cuaca cenderung cerah. Pemandangan terbaik dapat disaksikan dari area sekitar Karang Taraje yang berada di sisi barat Desa Sawarna.
Meski garis pantainya hanya sekitar 200 meter, keindahan panorama yang ditawarkan membuat tempat ini layak dikunjungi. Bagi wisatawan yang ingin bermain pasir atau bersantai di pantai yang lebih luas, Pantai Legon Pari yang berjarak sekitar 500 meter dari Karang Bereum bisa menjadi pilihan tambahan.
2. Pulau Handeuleum
Bagi pecinta alam dan petualangan,
Pulau Handeuleum yang terletak di dalam kawasan Taman Nasional Ujung Kulon,Provinsi Banten menjadi destinasi yang menarik untuk dijelajahi. Pulau ini merupakan bagian dari kawasan Taman Nasional Ujung Kulon di Kabupaten Pandeglang, yang telah ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO.
Salah satu aktivitas favorit di Pulau Handeuleum adalah menyusuri Sungai Cigenter menggunakan kano. Sungai yang dikelilingi hutan hujan tropis lebat ini sering dijuluki sebagai "Amazon-nya Indonesia" karena suasananya yang masih sangat alami.
Berkemah di kawasan ini memberikan pengalaman dekat dengan alam. Wisatawan dapat menikmati suasana tenang di sekitar area resor taman nasional, bahkan berkesempatan melihat satwa liar seperti rusa dan berbagai jenis burung. Selain itu, Pulau Handeuleum juga menjadi titik awal menuju sejumlah destinasi terkenal lainnya di kawasan Ujung Kulon, seperti Pulau Peucang dan Padang Savana Cidaon.
3. Pulau Tunda
Pulau Tunda yang berada di Desa Wargasara, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang, Provinsi Banten dikenal memiliki laut yang jernih serta ekosistem terumbu karang yang masih terjaga. Keindahan bawah lautnya menjadikan pulau ini sebagai salah satu destinasi favorit bagi para pecinta snorkeling dan diving.
Selain menikmati panorama bawah laut, wisatawan juga dapat mencoba berbagai aktivitas lain seperti memancing, menyusuri pantai, hingga berburu momen matahari terbit dan terbenam yang memukau.
Sebagai desa wisata, Pulau Tunda juga menawarkan berbagai kegiatan edukatif, seperti konservasi terumbu karang dan penanaman mangrove. Fasilitas dasar seperti homestay, warung makan, hingga penyewaan peralatan snorkeling tersedia untuk menunjang kenyamanan pengunjung selama berada di pulau ini.
4. Budaya Baduy
Jika ingin merasakan suasana yang jauh dari hiruk-pikuk perkotaan,
Saba Budaya Baduy bisa menjadi pilihan yang tepat. Kawasan ini merupakan permukiman masyarakat adat Baduy yang berada di pedalaman Kabupaten Lebak, Banten.
Mengunjungi wilayah Baduy memberikan pengalaman unik karena wisatawan diajak mengenal kehidupan tradisional yang masih dijaga hingga kini. Di kawasan Baduy Dalam, penggunaan listrik, kendaraan bermotor, telepon genggam, hingga kamera tidak diperbolehkan. Pengunjung juga diharapkan menghormati adat dan aturan yang berlaku selama berada di wilayah tersebut.
Selain mempelajari nilai-nilai kesederhanaan dan kearifan lokal, wisatawan dapat menikmati panorama alam yang masih asri berupa perbukitan hijau, sungai jernih, dan udara yang sejuk. Pada musim panen durian, pengunjung juga berkesempatan mencicipi durian lokal khas Baduy yang terkenal memiliki rasa manis dan aroma yang khas.
(Jessica Nur Faddilah)