23 April 2026 22:38
Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, menyampaikan apresiasi mendalam kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, atas komitmen ekspor 250.000 ton pupuk urea ke Australia. Komitmen strategis ini dinilai sebagai langkah krusial dalam menjaga stabilitas sektor pertanian di Negeri Kanguru tersebut.
Apresiasi tersebut disampaikan langsung oleh Albanese melalui sambungan telepon yang kemudian diunggah di akun media sosial resminya. Dalam percakapan tersebut, kedua pemimpin menekankan bahwa di tengah dinamika geopolitik global yang semakin tidak menentu, hubungan bilateral antara Indonesia dan Australia di kawasan menjadi jauh lebih penting dibandingkan masa-masa sebelumnya.
Bahas Stabilitas Kawasan dan Rantai Pasok Global
Selain membahas pasokan pupuk, Presiden Prabowo dan PM Albanese juga bertukar pikiran mengenai eskalasi konflik di Timur Tengah serta dampak sistemiknya terhadap kawasan Indo-Pasifik. Keduanya sepakat untuk bekerja sama dalam memastikan kelancaran arus barang kebutuhan pokok dan memperkuat ketahanan rantai pasok energi demi masa depan yang lebih stabil.
| Baca juga: Daftar 10 Negara Paling Tahan Hadapi Krisis Energi, Indonesia Termasuk |