Tempat Ibadah dan Pemukiman Warga di Manggarai Timur Rusak Parah Akibat Gempa NTT

19 August 2026 19:49

Gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) mengakibatkan kerusakan masif pada bangunan rumah warga dan fasilitas umum. Sejumlah tempat ibadah di wilayah Lamba Leda, Manggarai Timur, dilaporkan rusak parah hingga memakan korban luka.

Salah satu gereja di wilayah tersebut mengalami kerusakan serius pada bagian atap dan dinding yang retak hingga berlubang. Maria Senian, warga setempat, menyatakan bahwa aktivitas ibadah Misa hari Minggu serta sejumlah agenda sakramen gereja terpaksa dibatalkan total karena kondisi bangunan yang tidak memungkinkan.

“Ternyata bagaimana sudah, Kapela sudah hancur, Komuninya sudah batal, Sambut Barunya batal semua. Sebenarnya hari Minggu kami mengadakan perayaan di gereja, karena gereja sudah runtuh tidak bisa kita merayakan Misa bersama setiap hari Minggu,” ujar Maria dalam tayangan Metro Hari Ini Metro TV, Rabu, 19 Agustus 2026.

Kerusakan serupa juga menimpa sebuah masjid di daerah yang sama. Bangunan masjid tersebut nyaris rata dengan tanah dan hanya menyisakan bagian kubahnya saja. Zuhri, jemaat masjid, berharap agar tempat ibadah mereka dapat segera diperbaiki agar warga bisa kembali beraktivitas.

Selain tempat ibadah, sejumlah rumah warga dilaporkan hancur akibat guncangan keras. Vincentius Rano, salah satu korban, menceritakan detik-detik dirinya bersama istri dan anak terjebak di dalam kamar saat gempa terjadi. Mereka mengalami luka-luka setelah tertimpa material bangunan yang runtuh sebelum akhirnya berhasil menyelamatkan diri.
 


Hingga saat ini, warga terdampak masih membutuhkan bantuan darurat, sementara beberapa warga yang mengalami cedera terpaksa menggunakan alat bantu jalan akibat tertimpa puing bangunan.

Pada 15 Agustus 2026, gempa bumi berkekuatan awal bermagnitudo 7,0 dengan parameter pemutakhiran menjadi bermagnitudo 7,7 terjadi pada pukul 05.58 WITA . Episenter gempa berada pada koordinat 8,41 derajat Lintang Selatan dan 121,39 derajat Bujur Timur. Pusat gempa bumi tektonik itu terjadi di wilayah laut, sekitar 30 kilometer arah timur laut Nagekeo, NTT.

Berdasarkan pemberitaan sebelumnya, BMKG sempat menerbitkan peringatan dini tsunami sesaat usai terjadi gempa tektonik tersebut. Peringatan dini tsunami berakhir pada pukul 08.30 Wita setelah hasil observasi menunjukkan tidak ada lagi kenaikan muka air laut secara signifikan.

Hasil observasi tinggi muka laut mencatat kenaikan muka air laut di sejumlah wilayah. Ketinggian tertinggi yang tercatat dalam laporan BMKG mencapai 0,94 meter di Maurole, Ende, pada pukul 06.27 Wita. Kenaikan muka air laut juga tercatat di Pelabuhan Kewapante-Sikka 0,38 meter, Flores Timur 0,25 meter, Labuan Bajo 0,36 meter, Dompu 0,17 meter, Bakalang-Alor 0,14 meter, serta sejumlah wilayah lainnya.

(Firny Firlandini Budi)


Close Ads X
Close Ads X