BMKG Prediksi Kondisi Tektonik NTT Kembali Stabil dalam 3 Minggu ke Depan

26 August 2026 21:38

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) membawa kabar baik terkait aktivitas seismik di Nusa Tenggara Timur (NTT). Kepala BMKG, Teuku Faisal, memprediksi kondisi tektonik di wilayah tersebut akan kembali stabil secara menyeluruh dalam kurun waktu tiga hingga empat minggu ke depan.

“Umumnya dalam 2-3 minggu dia akan meluruh atau kembali dalam kondisi normal, tapi (untuk kasus NTT) ini dibutuhkan 3 sampai 4 minggu. Jadi kurang lebih kurang dari 20 hari dari sekarang, gempa akan kembali dalam posisi normal,” kata Kepala BMKG, Teuku Faisal, dikutip dari tayangan Prioritas Indonesia Metro TV, Rabu, 26 Agustus 2026.

Hingga hari ke-12 pascagempa utama, BMKG mencatat total telah terjadi 7.492 gempa. Namun, Faisal menekankan bahwa rentetan gempa kecil ini justru merupakan pertanda baik bagi stabilitas tektonik. Gempa-gempa kecil tersebut berfungsi sebagai sarana pelepasan energi secara bertahap sehingga potensi terjadinya gempa besar susulan menjadi sangat kecil.

“Pelepasan yang sedikit demi sedikit ini sebenarnya baik untuk merilis atau melepaskan energi tersebut. Dibutuhkan waktu puluhan tahun untuk mengumpulkan energi guna melepaskan gempa sebesar 7,7 magnitudo lagi,” ucapnya.
 


Penjelasan ini sekaligus menepis isu spekulatif dan hoaks yang beredar di masyarakat mengenai potensi tsunami susulan atau gempa bumi dahsyat dalam waktu dekat. BMKG terus mengimbau masyarakat NTT agar tidak panik dan tidak terpengaruh oleh isu-isu yang tidak bertanggung jawab.

Dengan prediksi pulihnya kondisi tektonik dalam tiga minggu ke depan, diharapkan masyarakat dapat segera kembali beraktivitas secara normal dan memulai proses pemulihan pascabencana dengan lebih tenang.

(Nopita Dewi)


Close Ads X
Close Ads X