Waspada! Kualitas Udara Jakarta Sempat Capai Level Tidak Sehat Sepekan Terakhir

16 July 2026 16:28

Kondisi kualitas udara di wilayah Jabodetabek, khususnya DKI Jakarta, kembali menjadi perhatian serius dalam sepekan terakhir. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan adanya fluktuasi kualitas udara yang sempat menyentuh level "Tidak Sehat" di beberapa titik wilayah.

Meskipun rata-rata harian kualitas udara masih berada pada kategori sedang, parameter polusi PM 2.5 menunjukkan tren peningkatan. Hal ini dipicu oleh kondisi cuaca yang semakin kering seiring dengan puncak musim kemarau.

Direktur Layanan Iklim Terapan BMKG, Marjuki, menyebut memasuki periode musim kemarau yang sudah terjadi sejak Mei lalu, dinamika atmosfer di wilayah Jakarta cenderung stabil dan membuat angin menjadi kalem. Kondisi ini membuat lapisan atmosfer menjadi lebih pendek sehingga membuat emisi dari transportasi maupun aktivitas manusia kian menumpuk di dekat permukaan.
 


"Kalau berdasarkan pengamatan yang BMKG lakukan, itu dalam sepekan terakhir itu rerata kondisi kualitas udara dalam sepekan terakhir itu sebenarnya kategorinya masih kategori sedang. Namun ada 1-2 hari terutama tanggal 13 Juli kemarin itu kategori tidak sehat dan cukup tinggi nilainya, sekitar 60 mikrogram per meter kubik," ujar Marjuki dalam program Metro Siang Metro TV, Kamis, 16 Juli 2026. 

Untuk mengatasi dampak buruk bagi masyarakat, BMKG bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta untuk menyediakan sistem prediksi kualitas udara hingga tiga hari ke depan. Marjuki juga mengimbau kelompok rentan agar rutin memantau aplikasi sebelum beraktivitas.

"Sehingga mungkin kalau kita melihat dari sistem yang sudah kita bangun tersebut itu bisa kita lihat nanti misalnya untuk besok prediksinya, kemudian nanti action apa yang harus dilakukan untuk kelompok rentan, apakah itu anak-anak, orang tua, kemudian ibu-ibu hamil dan lain sebagainya. Dari situ kita bisa melihat berdasarkan prediksi apa yang harus dilakukan gitu. Nah artinya sebenarnya kita mengimbau masyarakat itu bisa mengunjungi sistem tersebut di website," ungkap Marjuki. 

Masyarakat diimbau untuk mengakses website resmi Udara Jakarta maupun aplikasi JAKI untuk mendapatkan informasi kualitas udara secara real-time sebagai langkah mitigasi mandiri.

(Firny Firlandini Budi)


Close Ads X
Close Ads X