23 October 2026 21:57
Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah kembali menelan korban jiwa. Seorang pria berusia 58 tahun bernama Sabrianor, warga Kelurahan Panamas, Kabupaten Kapuas, ditemukan meninggal dunia setelah menghirup asap pekat saat berusaha memadamkan api yang merambat ke kebun miliknya.
Sebelum insiden terjadi, Sabrianor bersama istrinya sempat pergi ke kebun untuk mengantisipasi ancaman api karhutla. Korban juga sempat bergotong royong bersama warga setempat untuk memadamkan kebakaran yang terjadi di area sebelah kebunnya, sebelum akhirnya pulang ke rumah dengan selamat pada siang hari.
Namun, didorong rasa khawatir bahwa api akan merambat dan merusak kebun yang dijaganya, Sabrianor memutuskan untuk kembali ke lokasi seorang diri. Naas, saat kembali ke kebun, kondisi asap karhutla telah menebal hingga mengepung dirinya dan memicu sesak napas berat.
Seorang perwakilan di lapangan menjelaskan awal mula almarhum dan istrinya menjaga lahan tersebut.
"Kemarin peristiwanya, Sabrianor almarhum ini dengan istrinya awalnya berangkat ke kebun menjaga kebunnya dari serangan api karhutla. Kemudian ada kebakaran di sebelahnya, beliau almarhum ini melakukan pemadaman bersama-sama temannya. Setelah itu, suami istri ini kembali ke rumahnya siang," Ketua Harian Tanggap Darurat Kapuas, Pangeran S. Pandiangan dalam tayangan Metro Hari Ini Metro TV, Jumat, 23 Oktober 2026.
Baca Juga :
Pangeran menambahkan bahwa keputusan korban untuk kembali ke area kebun dipicu oleh rasa cemas.
“Setelah sampai di rumah, almarhum Sabrianor ini memutuskan kembali lagi ke kebun karena ada perasaan waswas. Nah, merasa suaminya almarhum Sabrianor ini tidak kembali, disusullah ke kebun itu. Ternyata ketika disusul oleh istrinya, suaminya sudah tidak bernyawa lagi," lanjutnya.
Istri korban yang merasa curiga karena suaminya tak kunjung kembali ke rumah langsung memutuskan untuk menyusul ke kebun. Saat tiba di lokasi, ia menemukan suaminya sudah tergeletak dalam kondisi tidak bernyawa.
Jenazah almarhum Sabrianor kemudian dievakuasi dari tempat kejadian perkara oleh para relawan pemadam kebakaran dan masyarakat setempat.