Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek) Brian Yuliarto, mengungkapkan komitmen kuat Presiden Prabowo Subianto dalam melibatkan dunia perguruan tinggi serta seluruh sumber daya sains dan teknologi untuk berkontribusi langsung dalam pembangunan nasional. Komitmen tersebut ditunjukkan melalui intensitas pertemuan Presiden bersama para akademisi hingga peningkatan alokasi anggaran pendidikan dan penelitian.
“Bapak Presiden memiliki konsern yang sangat tinggi untuk melibatkan seluruh sumber daya pengetahuan dan teknologi, yaitu kampus-kampus.” kata Brian, dikutip dari tayangan Breaking News Metro TV, Rabu, 21 Oktober 2026.
Pertemuan Intensif dengan Guru Besar dan Pemerataan Akses KIP Kuliah
Pemerintah mencatat Presiden Prabowo telah lima kali menggelar pertemuan khusus bersama para guru besar dan civitas akademika dari berbagai
kampus. Pertemuan berkala ini menjadi bukti nyata keseriusan pemerintah dalam merangkul pemangku kepentingan (stakeholder) akademis untuk merumuskan arah pembangunan bangsa berbasis ilmu pengetahuan.
“Bapak Presiden sudah bertemu lima kali dengan para guru besar civitas akademika, jadi ini bukti bahwa memang pemerintahan Bapak Presiden Prabowo memiliki keinginan kuat mengajak stakeholder perguruan tinggi terlibat dalam pembangunan,” ucap Brian.
Selain pelibatan akademisi, pemerintah terus mendorong perluasan serta pemerataan akses pendidikan tinggi bagi kelompok masyarakat kurang mampu. Alokasi anggaran untuk program
KIP Kuliah tercatat terus meningkat secara nominal sejak 2025 hingga 2026 demi memastikan hak pendidikan tinggi dapat diakses seluas-luasnya. Berdasarkan data kementerian, seluruh mahasiswa dari kelompok desil 1 hingga desil 4 yang diterima di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dipastikan telah menerima bantuan KIP Kuliah.
“Akses pemerataan terhadap kelompok yang tidak mampu ini juga terus dinaikkan sejak 2025, 2026 juga terus naik secara rupiah, bahkan setelah kita cek datanya, seluruh desil 1 sampai 4 di PTN itu sudah menerima KIP Kuliah.” ucapnya.
Keberlanjutan Tukin Dosen Satker dan Anggaran Penelitian
Guna menunjang kesejahteraan para tenaga pendidik, pemerintah memastikan kebijakan pemberian Tunjangan Kinerja (
Tukin) bagi dosen di PTN berstatus Satuan Kerja (Satker) yang telah ditetapkan Presiden pada tahun sebelumnya tetap dilanjutkan pada tahun ini. Di samping itu, penguatan alokasi anggaran penelitian juga terus ditingkatkan dari waktu ke waktu guna mendorong iklim riset dan inovasi nasional.
“Termasuk tukin yang pada tahun lalu sudah ditetapkan oleh Bapak Presiden diberikan kepada dosen satker itu kita lanjutkan tahun ini,” pungkasnya.