Arab Saudi Tolak Bantuan Israel untuk Serang Yaman

15 October 2026 14:06

Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu dilaporkan tengah berupaya membujuk Arab Saudi agar bisa bergabung dalam agresi terhadap Yaman. Upaya itu dilakukan melalui mediasi Amerika Serikat (AS)

Dikutip dari tayangan Zona Bisnis Metro TV, Kamis, 15 Oktober 2026, Netanyahu mendesak agar bisa segera bergabung dalam agresi terhadap Yaman sebagai cara untuk menjalin hubungan dengan Riyadh, serta membuka jalan bagi normalisasi hubungan dengan Israel.

Namun, Arab Saudi menolak rayuan dari Israel. Mohammed bin Salman Al Saud dilaporkan tidak tertarik untuk menerima bantuan militer Israel. Salman dikabarkan khawatir jika kerja sama dengan pihak Israel dapat memicu reaksi negatif dari masyarakat Arab Saudi.

 


Sementara itu, Presiden AS Donald Trump menolak permintaan bantuan militer dari Kerajaan Arab Saudi untuk melakukan serangan terhadap Yaman. Penolakan ini terjadi di tengah tuduhan Trump bahwa kelompok Ansarullah di Yaman sengaja menargetkan infrastruktur di Arab Saudi untuk memicu kenaikan harga minyak dunia menjelang pemilihan umum sela di AS.

Meskipun menuding kelompok tersebut memiliki niat terselubung, Trump dilaporkan menolak membantu Arab Saudi untuk menyerang Yaman. Berdasarkan laporan Al Jazeera, Salman bahkan telah berbicara langsung dengan Donald Trump setidaknya dua kali untuk memohon bantuan militer tersebut.

Saat dikonfirmasi mengenai keputusannya untuk melancarkan serangan, Donald Trump menolak untuk menyatakan apakah ia telah membuat keputusan. Ia hanya memberikan pernyataan singkat mengenai sikap kelompok Ansarullah.

(Lutfia Azzahra)
 

(Gervin Nathaniel Purba)


Close Ads X
Close Ads X