Presiden Prabowo Apresiasi Kinerja Satgas PKH Selamatkan Keuangan Negara Rp52 Triliun

6 October 2026 22:24

Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) yang melibatkan sinergi 12 institusi berhasil menyelamatkan dan mengamankan kekayaan negara senilai kurang lebih Rp52 triliun (sekitar USD 3 miliar) dalam kurun waktu dua tahun. Atas pencapaian tersebut, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi tinggi dan terima kasih atas kerja keras seluruh anggota satuan tugas.

"Satgas PKH yang terdiri dari tadi disebut 12 institusi bekerja sama dalam rangka menyelamatkan dan mengamankan kekayaan negara. Saudara-saudara, acara seperti ini sudah yang ke-8 kali dan total uang tunai yang diserahkan kurang lebih sudah 52 triliun, sekitar 3 miliar dolar yang kita selamatkan dalam 2 tahun. Saya ucapkan terima kasih atas kerja keras Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan ini," kata Presiden Prabowo, dikutip dari tayangan Breaking News Metro TV, Selasa, 6 Oktober 2026.

Penyelamatan aset ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam menertibkan pengelolaan kawasan hutan serta memulihkan potensi penerimaan negara yang terindikasi bocor akibat berbagai pelanggaran.
 



Dalam keterangannya, Presiden Prabowo mengakui bahwa tantangan yang dihadapi Satgas PKH di lapangan tidaklah ringan. Menurut Presiden, setiap kali elemen pimpinan bangsa berupaya melakukan penertiban, memberantas korupsi, melawan penyelundupan, hingga mencegah perampokan kekayaan negara, perlawanan selalu datang dari unsur-unsur yang selama ini menikmati kecurangan.

"Saya mengerti dan saya paham bahwa tantangan yang saudara hadapi tidak ringan. Tiap kali ada pemerintah Indonesia mau menertibkan diri, tiap kali ada unsur-unsur pimpinan bangsa Indonesia yang ingin melawan korupsi, tiap kali ada unsur-unsur kepemimpinan di bangsa ini yang ingin melawan penyelundupan, melawan penyebaran narkotika, melawan penipuan, melawan perampokan kekayaan negara, tiap kali kita menghadapi perlawanan yang tidak ringan." ucap Prabowo.

Kendati demikian, Presiden menegaskan bahwa sepanjang sejarah manusia akan selalu terjadi pertentangan antara mereka yang membela kebenaran, keadilan, dan kejujuran melawan pihak yang membela kejahatan. Oleh karena itu, pemerintah berkomitmen untuk tetap teguh berada di jalan yang benar demi mengamankan kekayaan bangsa.

"Tapi kita juga mengerti bahwa sepanjang sejarah manusia akan selalu ada pertentangan antara mereka yang di atas jalan yang benar, mereka yang ingin membela kebenaran, keadilan, kejujuran dan mereka yang ingin membela kejahatan," ucapnya.

(Nopita Dewi)


Close Ads X
Close Ads X