NEWSTICKER

Kawal Terus Kasus Tragedi Kanjuruhan

5 November 2022 11:57

Proses ekshumasi atau penggalian ulang makam korban tragedi Kanjuruhan dilaksanakan, Sabtu (5/11/2022). Ekshumasi ini dianggap perlu dilakukan untuk mendapatkan keterangan tambahan identifikasi ulang, penjelasan tambahan kelainan, dan memperkirakan cara kematian atau bentuk kematian.

Sebelumnya, Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) Kanjuruhan melihat adanya indikasi rayuan terhadap pihak keluarga untuk tidak melanjutkan autopsi. Adanya tekanan ini membuat banyak keluarga yang awalnya bersedia akhirnya menuliskan surat pernyataan tidak bersedia autopsi.

Berdasarkan laporan TGIPF pada 14 Oktober, tragedi Kanjuruhan telah menyebabkan 712 orang mejadi korban, 132 orang di antaranya meninggal dunia, 96 luka berat, dan 484 orang luka ringan. Hingga Sabtu (5/11/2022), korban meninggal dunia bertambah menjadi 135 orang.

Dari kejadian tersebut polisi telah menetapkan enam orang tersangka, yaitu Kepala Satuan Samapta Polres Malang AKP Bambang Sidik Achmadi, Danki Brimob Polda Jawa Timur AKB Hasdarman, Kabag Ops Polres Malang Kompol Wahyu Setyo Pranoto, Dirut PT LIB Akhmad Hadian Lukita, Ketua Panpel Pertandingan Abdul Haris, dan Security Officer Suko Sutrisno.

Koalisi Masyarakat Sipil & Komnas HAM menyebut penyebab kematian dari tragedi Kanjuruhan adalah penggunaan gas air mata yang berlebihan, sehingga menimbulkan kepanikan, penonton berdesakan ingin keluar dengan sakit mata, dada sesak, dan sulit bernafas. Komnas HAM mengatakan terdapat 45 tembakan gas air mata yang dilontarkan polisi saat kejadian.