NEWSTICKER

Mengungkap Jejak Digital Kasus Penembakan Brigadir J

27 July 2022 10:30

Kuasa Hukum Brigadir Yosua, Kamaruddin Simanjuntak menyebut, adanya ancaman pembunuhan yang diterima melalui pesan elekronik sebelum kematian Brigadir Yosua yang saat ini masih dalam pemeriksaan pihak berwenang. 

Pakar IT Ahli Forensik Digital Ruby Alamsyah mengatakan, penggunaan jejak digital bisa digunakan untuk mengungkap sebuah kasus hukum, yaitu saat bukti digital memiliki fakta. Barang bukti digital tersebut dapat berupa petunjuk dari CCTV, data yang ada di handphone, laptop sampai data di media sosial. 

"Proses barang bukti digital itu sesuai UU yang berlaku di Indonesia, harus dilakukan secara ilmiah dan dapat dipertanggung jawabkan secara hukum menggunakan ilmu digital forensik." Tegas Ruby Alamsyah

Ruby menambahkan, bukti digital merupakan suatu hal yang sangat falid dalam mengungkap suatu kasus jika beberapa hal dilakukan, yaitu didapatkannya barang bukti digital secara sah dan dilakukan proses forensik digital yang sesuai standar prosedur polri atau standar internasional dan juga jika barang bukti digital memang berisi data-data informasi, maupun kronologis dari sebuah kasus.  

Mencermati pemaparan yang disebutkan Kadiv Humas Polri terkait bukti digital kasus Brigadir J, Ruby Alamsyah menyebut, ada beberapa bukti digital yang dapat menerangkan kasus ini, seperti rekaman CCTV di sekitar TKP hingga bukti pembayaran tol digital yang dilalui tersangka atau korban.