NEWSTICKER

Harun Kabir Pejuang Kemanusiaan di Masa Penjajahan Jepang

13 September 2022 11:31

Awal oktober 1945, para anggota Laskar 33 bersama kelompok pemuda, Anggota Barisan Keamanan Rakyat (BKR), dan Barisan Pelopor menghadang kereta yang mengangkut 150 tentara Jepang bersenjata lengkap di jalur Bojonggede-Cilebut. Dalam penghadangan ini, kelompok laskar dan para pemuda menyita peluru, mesiu, dan berbagai senjata yang dibawa tentara Jepang. 

Aksi pembantaian terhadap tentara Jepang yang ada di dalam kereta nyaris terjadi. Namun aksi tersebut berhasil dicegah oleh anggota BKR dan Barisan Pelopor. Tentara Jepang tersebut hanya dilucuti, kemudian diserahkan ke markas BKR di Bogor. 

Selain itu, Laskar 33 yang dipimpin Harun Kabir juga pernah melakukan aksi pelucutan dan perampasan senjata tentara Jepang, pengambilalihan sejumlah gedung dan fasilitas umum yang dikuasasi jepang, seperti stasiun kereta api dan pos-pos kereta api di luar Bogor. 

Aksi kekerasan, seperti perampokan, penculikan, dan pembunuhan terhadap warga keturunan Indo-Belanda dan kelompok etnis tertentu, marak terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia, termasuk Depok dan Bogor. Aksi yang terjadi di dua wilayah tersebut, Harun Kabir tampil menjadi contoh dari pejuang yang memiliki komitmen kemanusiaan yang kuat sepanjang 1945 hingga awal 1946. 

Harun Kabir memberi perlindungan pada sejumlah warga keturunan Belanda dan kelompok etnis tertentu yang sering menjadi target sasaran perampokan, penculikan, pembunuhan, pemerkosaan. Kantor Laskar Ciwaringin 33 dijadikan tempat bersembunyi dan berlindung bagi mereka yang rentan menjadi sasaran aksi kekerasan.