NEWSTICKER

Pakar Hukum Pidana: Relasi Kuasa Ferdy Sambo Bisa Meringankan Hukuman Kuat & Ricky

9 November 2022 13:15

Faktor relasi kuasa kembali muncul dalam pemeriksaan saksi kasus pembunuhan berencana Brigadir J dengan terdakwa Kuat Ma'ruf dan Ricky Rizal. Ikatan psikologis antara mereka dengan Ferdy Sambo dan Putri Chandrawati tersebut dapat menjadi faktor yang meringankan hukuman. 

Demikian pandangan pakar hukum pidana Abdul Fickar Hadjar terhadap rangkaian kesaksian yang telah diungkap dalam sidang. Pandangannya merujuk kepada pasal 51 UU KUHP.

"Jika sesorang melakukan perintah atas jabatannya dan ternyata itu adalah tindak pidana, (terdakwa) bisa dilepaskan. Tetapi perintah jabatannya itu harus yang berkaitan dengan jabatannya," jelas Fikar dalam Newsline Metro TV, Rabu (9/11/2022).

Adanya ikatan psikologis berupa relasi kuasa, berkaitan dengan posisi Kuat Ma'ruf dan Ricky Rizal yang masing-masing adalah pekerja rumah tangga dan ajudan Ferdy Sambo. Ikatan tersebut terjalin seiring kebersamaan yang terjalin cukup lama di antara mereka selama ini sebagai bawahan terhadap atasannya.

Lebih lanjut Abdul Fickar Hadjar mengatakan bahwa tidak ada keliru dengan menghadirkan 10 saksi yang sama dalam sidang terdakwa Ricky Rizal dan Kuat Ma'ruf dengan terdakwa lain. Majelis hakim akan mengorek keterangan yang berbeda dari masing-masing saksi sehingga bobot keterannya juga berbeda. 

Khusus kali ini, saksi mengungkap keadaan di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo di Kompleks Polri, Duren Tigas, Jakarta,  menjelang dan setelah terjadinya pembunuhan Brigadir J. Sedangkan yang dikorek dalam sidang dengan terdakwa Ferdy Sambo dan Putri Chandrawati, yang hakim korek adalah situasi ketika pembunuhan terjadi pada 8 Juli 2022 sore.