NEWSTICKER

Indonesia Tingkatkan Tata Kelola Minyak Sawit Berkelanjutan

27 December 2022 15:31

Peran minyak kelapa sawit kian menjanjikan perekonomian nasional seiring meningkatnya permintaan global, khususnya dari Tiongkok. Namun, prospek tersebut mengharuskan Indonesia memperbaiki tata kelola sawit seiring transformasi pasar menuju minyak sawit berkelanjutan, sustainable palm oil.

Dalam rangka mendukung industri sawit berkelanjutan, Tiongkok telah menunjukkan sejumlah inisiatif, salah satunya meluncurkan aliansi minyak sawit berkelanjutan Tiongkok di 2018.

Head of Communication Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Tofan Mahdi menyatakan peluang pasar minyak sawit Indonesia makin besar karena bisa menjadi substitusi Canola Oil selama pasokannya dari Ukraina dan Rusia tersendat akibat perang. Ekspor produk minyak sawit Indonesia ke Tiongkok naik hingga 253,8 ribu ton menjadi 4,7 juta ton pada tahun 2021.
 
Sementara Direktur Perlindungan Perkebunan Ditjen Perkebunan Kementan Baginda Siagian menyatakan pemerintah sudah mendorong praktik sawit berkelanjutan lewat berbagai inisiatif, seperti rencana aksi nasional kelapa sawit berkelanjutan dan Perpres Nomor 44/2020 yang mewajibkan sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO).

Baginda yakin, target sustainable palm oil untuk 16,38 juta hektar lahan tutupan sawit bisa dicapai pada 2025. Menurutnya penerapan ISPO untuk perkebunan swasta besar hingga akhir 2022 mencapai 40%-50?ri total luas perkebunan sawit 8 juta hektar.