13 October 2026 16:18
Banjir bandang setinggi satu meter yang melanda Kampung Guo, Kelurahan Kuranji, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Sumatra Barat pada Sabtu, 10 Oktober 2026 menyisakan krisis air bersih bagi warga setempat. Hantaman arus deras dan material batu membuat saluran pipa distribusi PDAM patah, sehingga warga terpaksa memanfaatkan air aliran sungai untuk kebutuhan sanitasi dan mencuci.
Pipa PDAM yang semula tertanam di bawah tanah terputus akibat hantaman batu-batu besar yang terbawa dari kawasan hulu Bukit Barisan. Selain merusak saluran air, limpasan material batu dan debit air deras meluluhlantakkan turap penahan di sepanjang aliran sungai serta menghancurkan badan jalan aspal kampung.
Jurnalis Metro TV Heinrich Terra melaporkan langsung dari lokasi kejadian mengenai kondisi warga yang kehilangan pasokan air bersih akibat rusaknya instalasi tersebut.
"Tadinya pipa PDAM ini ada di bawah tanah. Karena banjir yang terbawa dan juga material batu yang sebesar-besar ini, maka pipa PDAM ini putus sehingga tidak bisa mengalirkan air lagi bagi rumah warga. Warga itu memanfaatkan air yang mengalir dari Sungai Guo ini hingga untuk kehidupan sehari-hari, seperti mencuci baju, terus mencuci peralatan sehari-hari, bahkan tadi kami sempat memperlihatkan ada beberapa warga yang mandi begitu di Sungai Guo ini," kata Heinrich Terra dalam tayangan Breaking News Metro TV, Selasa, 13 Oktober 2026.
Transportasi Lumpuh dan Perjuangan Warga
Rusaknya akses jalan utama membuat kendaraan roda dua maupun roda empat tidak dapat melintas, sehingga warga harus berjalan memutar hingga satu kilometer untuk keluar kampung. Meski dihadapkan pada keterbatasan air dan akses jalan yang terputus, warga tetap berupaya membersihkan sisa banjir serta memastikan anak-anak mereka tetap berangkat ke sekolah.
"Kalau untuk saat ini masih bersih-bersih dulu lah gitu. Terus juga berharap cepatlah jalan ini perbaiki karena akses jalan kita di sini sudah putus total, buat keluar pun udah jauh. Anak-anak tetap sekolah ya karena enggak mungkin, anak saya sudah kelas 6 enggak mungkin diliburkan gitu. Jadi apapun ya sudah dihadapi dulu," tutur warga setempat, Eni.
Pengerahan Alat Berat untuk Pembukaan Jalan Baru
Untuk mengatasi lumpuhnya akses dan mencegah banjir susulan, petugas menerjunkan alat berat ekskavator untuk mengeruk endapan batu dari dasar sungai. Batu dan tanah tersebut dialihkan ke badan jalan guna menambal jalur yang rusak sekaligus memperdalam alur sungai agar dapat menampung debit air kiriman.