Sinergi Komdigi dan Polri Perketat Keamanan Digital

27 October 2026 11:35

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menggelar pertemuan bilateral dengan Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto di Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri), Jakarta. Pertemuan ini bertujuan memperkuat kolaborasi dan menindaklanjuti nota kesepahaman (MoU) terkait pengamanan ruang digital serta penindakan kejahatan siber di Tanah Air.

Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto menyatakan bahwa kemajuan teknologi yang sangat pesat menuntut respons cepat dari aparat penegak hukum dan kementerian terkait. Menurutnya, sinergi ini penting guna menekan angka kejahatan daring yang kian meresahkan masyarakat.

"Kita sepakat untuk bersama-sama bersinergi dan berkolaborasi menjaga ruang digital agar lebih aman. Kejahatan seperti penipuan daring, judi online, hingga love scam harus kita tindak secara cepat demi keamanan negara dan masyarakat," ujar Suyudi dalam konferensi pers dikutip dari tayangan Headline News Metro TV, Selasa, 27 Oktober 2026.

Suyudi menambahkan, selain penindakan hukum, penguatan regulasi dan literasi digital masyarakat juga menjadi fokus utama guna membendung penyebaran berita bohong (hoaks) dan misinformasi.
 


Senada dengan Kapolri, Menkomdigi Meutya Hafid menegaskan pentingnya penggabungan langkah pencegahan (preventif) dari kementeriannya dengan penegakan hukum (enforcement) dari kepolisian. Meutya merinci tiga fokus utama hasil pertemuan tersebut:
  • Menciptakan Ruang Digital yang Aman
Menanggapi tingginya aduan publik, Komdigi dan Polri memprioritaskan penanganan jual-beli data ilegal, penipuan daring, pornografi, perundungan siber, serta penyebaran hoaks.
  • Pemberantasan Judi Daring Lintas Negara
Meutya mengapresiasi langkah cepat Polri yang berhasil mengungkap jaringan markas judi daring lintas negara. Kerja sama ini ditargetkan mampu menekan perputaran judi daring di Indonesia secara signifikan.
  • Pengamanan Infrastruktur Digital
Pemerintah dan Polri berkomitmen menindak tegas aksi kriminal perusakan infrastruktur telekomunikasi, seperti pencurian fasilitas Base Transceiver Station (BTS) dan pemotongan kabel serat optik yang kerap memutus akses internet masyarakat di berbagai daerah.

"Tantangan di ruang digital sangat luas dan tidak bisa diselesaikan oleh Komdigi sendirian. Kolaborasi dengan Polri menjadi kunci utama agar penanganan di lapangan dapat berjalan secepat-cepatnya dan memberi rasa aman bagi masyarakat," pungkas Meutya.

(Firny Firlandini Budi)


Close Ads X
Close Ads X