Kerbau Mirip Donald Trump Batal Dikurbankan, Warga Bangladesh Kecewa

28 May 2026 13:58

Seekor kerbau albino yang viral di Bangladesh karena mirip Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump batal dikurbankan untuk perayaan Iduladha. Kerbau tersebut mendadak diamankan oleh pihak berwenang, sehingga memicu kekecewaan warga yang sudah datang untuk melihat langsung hewan unik tersebut.

Kerbau berbobot sekitar 700 kilogram itu sebelumnya ramai diperbincangkan di media sosial (medsos), karena memiliki jambul rambut pucat yang dianggap menyerupai gaya rambut Donald Trump. Popularitasnya membuat banyak warga penasaran hingga mendatangi lokasi kerbau itu, di wilayah Jijila, Bangladesh.

Namun sebelum sebagian besar pengunjung tiba, kerbau tersebut lebih dulu dievakuasi menggunakan tali dan dimasukkan ke mobil pikap. Proses pemindahan berlangsung cepat di tengah perhatian warga sekitar.

Pemilik kerbau, Moniruzzaman, mengatakan pemerintah berjanji akan memberikan ganti rugi atau menyediakan hewan lain yang setara untuk dijadikan kurban. Meski begitu, keputusan pembatalan kurban terhadap kerbau viral tersebut tetap membuat banyak warga kecewa.


“Sebenarnya kami datang untuk melihat kerbau viral Donald Trump. Namun saat tiba di sini, kami tidak bisa melihatnya karena pemerintah telah membawa kerbau itu pergi,” ujar seorang pengunjung asal Bengali, Rima Akter dalam tayangan Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Kamis 28 Mei 2026. 

Ia mengaku anak-anak yang paling antusias melihat langsung kerbau albino tersebut. Mereka penasaran kemiripannya dengan Donald Trump.

Sejumlah laporan menyebut kerbau itu dibawa ke kebun binatang demi alasan keamanan dan antusiasme publik yang terlalu besar.

Namun ada juga informasi lain yang menyebut hewan tersebut akhirnya dikembalikan ke peternakan asalnya di Narayanganj setelah sebelumnya dibeli untuk dikurbankan saat Iduladha.

Viralnya kerbau albino ini menambah deretan fenomena unik jelang Iduladha di berbagai negara. Terutama setelah foto dan videonya ramai dibagikan di medsos.

(Reno Panggalih Nuha Lathifah)