Diduga Mengalami Gejala Demensia, DPR AS Desak Trump Jalani Tes Kognitif

14 April 2026 10:53

Sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Amerika Serikat dari Partai Demokrat menyoroti kondisi kesehatan mental Presiden Donald Trump. Mereka menyatakan keprihatinan mendalam atas dugaan penurunan kognitif yang dinilai mulai mempengaruhi efektivitas kepemimpinannya di Gedung Putih.

Isu ini semakin mencuat setelah anggota DPR, Jamie Raskin, menjadi salah satu sosok yang paling vokal dalam mendesak dokter kepresidenan untuk segera melakukan tes kognitif terhadap Trump. Raskin menilai bahwa berbagai pernyataan yang dikeluarkan Trump dalam beberapa waktu terakhir menunjukkan perubahan perilaku yang mengkhawatirkan.

Perubahan perilaku ini memicu spekulasi di kalangan publik mengenai kemungkinan gejala demensia sebagai salah satu penyebab utama menurunnya fungsi kognitif sang Presiden.
 

Baca juga: Legislator Demokrat Desak Pemakzulan Trump Usai Ancam Musnahkan Peradaban Iran

Sorotan terhadap kesehatan mental Trump ini tidak lepas dari rentetan kebijakan kontroversialnya, terutama terkait ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran. Sejak akhir Februari lalu, pernyataan Trump yang dianggap memicu ancaman perang terhadap Iran telah memicu gelombang kritik dari berbagai pihak.

Bahkan, situasi ini telah mendorong munculnya desakan pemakzulan terbaru dari sejumlah petinggi Kongres, khususnya dari fraksi Demokrat. Sebagian besar rakyat Amerika Serikat dilaporkan setuju dengan langkah pemakzulan tersebut, mengingat kebijakan Trump yang dianggap berisiko memicu konflik bersenjata.

Hingga saat ini, puluhan legislator dari Partai Demokrat telah menyerukan agar Donald Trump diberhentikan dari jabatannya. Mereka memandang bahwa ancaman terhadap Iran dan ketidakstabilan perilaku Presiden merupakan alasan kuat untuk mengambil langkah tegas demi kepentingan nasional.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggie Meidyana)