Kapal Kargo Thailand Diserang di Selat Hormuz

12 March 2026 23:39

Situasi keamanan di Selat Hormuz semakin mencekam setelah Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran melancarkan gelombang serangan kedua terhadap kapal-kapal yang melintas di jalur vital tersebut. Sebuah kapal pengangkut barang curah (bulk carrier) milik perusahaan Thailand menjadi sasaran serangan saat melintasi wilayah perairan yang kini berada di bawah kendali ketat Iran.

Kementerian Transportasi Thailand mengonfirmasi bahwa kapal tersebut sedang menempuh jalur pelayaran internasional sebelum akhirnya dihantam serangan. Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan akibat agresi militer Amerika Serikat dan Zionis Israel di kawasan tersebut, yang memicu Iran memperketat pengawasan di Selat Hormuz.

Aksi Penyelamatan oleh Angkatan Laut Oman

Pascaserangan, para awak kapal dilaporkan segera meninggalkan kapal menggunakan sekoci darurat. Militer Angkatan Laut Oman yang berada di sekitar lokasi bereaksi cepat dan berhasil menyelamatkan 20 kru kapal dari perairan. Hingga saat ini, para penyintas telah dievakuasi ke pelabuhan terdekat di Oman untuk mendapatkan perawatan medis dan pendataan lebih lanjut.

Namun, pihak otoritas Thailand melaporkan bahwa tiga awak kapal lainnya dinyatakan hilang dan belum ditemukan. Hingga saat ini, tim penyelamat masih terus melakukan penyisiran di area sekitar lokasi kejadian untuk mencari keberadaan korban yang hilang.

Abaikan Peringatan IRGC

Pihak IRGC menyatakan bahwa penargetan terhadap kapal kargo Thailand tersebut dilakukan setelah adanya pengabaian peringatan berulang kali. Menurut laporan, kapal tersebut tetap melaju di jalur yang dikendalikan Iran tanpa mematuhi protokol keamanan yang telah ditetapkan selama masa konflik berlangsung.

Iran sebelumnya telah memperingatkan akan menyerang kapal apa pun yang melintas tanpa izin atau mengabaikan instruksi di Selat Hormuz sebagai bentuk respons atas kehadiran militer Barat di kawasan tersebut.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Sofia Zakiah)