NTT Diguncang Gempa Susulan, Pasien Terpaksa Dirawat di Tenda Darurat

18 August 2026 12:08

Gempa susulan berkekuatan magnitudo  5,7 kembali melanda Maumere, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Senin pagi kemarin. Gempa susulan ini membuat pihak Rumah Sakit Umum Regional Hillers memindahkan pasien di bawah tenda darurat.

Direktur Rumah Sakit Umum Regional Hillers, Paulus Lameng, mengatakan pihaknya belum mengizinkan pasien kembali dirawat di dalam gedung utama. Pihaknya masih menunggu asesmen keamanan struktur bangunan dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) setempat. 

"Sejauh ini kendala yang kami hadapi ya struktur bangunan ya pak. Struktur bangunannya ini kami masih perlu asesmen dari dinas Pekerjaan Umum (PU). Sambil menunggu, pasien terpaksa kami rawat di halaman dulu di tenda," ujar Direktur Rumah Sakit Umum Regional Hillers, Paulus Lameng, Dikutip dari tayangan Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Selasa, 18 Agustus 2026.

Terjadinya gempa susulan ini juga membuat masyarakat di Kabupaten Sikka panik dan menyelamatkan diri. Guncanan gempa terasa saat rapat penanganan kesehatan yang dipimpin oleh Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Oktovianus di Kantor Dinas Kesehatan. 

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan gempa susulan masih akan sering terjadi dalam beberapa hari ke depan. Meskipun kekuatannya relatif lebih kecil.
 


"Frekuensi gempa susulan saat ini masih fluktuatif. Kondisi ini diperkirakan masih berlangsung dalam beberapa hari mengingat kekuatan gempa utama cukup besar," ujar Kasubag Tata Usaha Stasiun Geofisika Kelas I Kupang, Burchardus Vilarius Pape Man di Kupang, Senin, 17 Agustus 2026.

Meskipun frekuensinya masih tinggi, BMKG menyatakan kekuatan gempa susulan tidak akan melebihi gempa utama yang terjadi pada Sabtu, 15 Agustus 2026. BMKG mengimbau masyarakat untuk tidak panik, tetapi tetap meningkatkan kewaspadaan.

Masyarakat diminta menjauhi bangunan yang mengalami kerusakan, termasuk retak pada dinding atau struktur bangunan. Langkah ini penting untuk mengantisipasi kerusakan lanjutan ketika gempa susulan kembali terjadi.

"Kami mengimbau masyarakat tetap tenang, tidak terpancing isu-isu yang tidak bertanggung jawab, dan selalu mengikuti informasi resmi dari BMKG serta instansi terkait," ucapnya.

(Lutfia Azzahra)

(Gervin Nathaniel Purba)


Close Ads X
Close Ads X