Zona Merah Tanah Bergerak, Dua Dusun di Tegal Berubah Jadi Kota Mati

11 February 2026 23:00

Situasi darurat bencana tanah bergerak yang melanda Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, kini memasuki fase kritis. Pemerintah setempat secara resmi menetapkan dua dusun di desa tersebut sebagai zona merah. Status ini memberikan konsekuensi tegas bahwa area tersebut otomatis tidak bisa ditinggali sama sekali oleh warga karena risiko keselamatan yang sangat tinggi.

Suasana di Dusun Padasari tampak mencekam, tapi juga sibuk. Sejumlah warga terlihat berpacu dengan risiko, berupaya mengevakuasi sisa barang-barang berharga mereka dari dalam rumah. Proses evakuasi mandiri ini berjalan cukup sulit dan berbahaya mengingat kondisi bangunan yang sudah sangat labil. Banyak rumah warga yang posisinya sudah miring, lantai terbelah menganga, hingga sebagian bangunan utama yang telah roboh rata dengan tanah.
 

Baca juga:
Situasi Terkini Bencana Tanah Bergerak di Tegal, Warga Selamatkan Barang Berharga

Data terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tegal mencatat dampak masif dari bencana geologi ini. Fenomena pergerakan tanah di Desa Padasari telah memaksa sebanyak 2.460 jiwa untuk angkat kaki dan mengungsi ke tempat yang lebih aman. Kerusakan infrastruktur hunian pun tak terelakkan. Dari total hampir 700 rumah yang terdampak di wilayah tersebut, tercatat sebanyak 413 unit di antaranya mengalami kerusakan berat dan dinyatakan berbahaya jika tetap ditempati.

Pergerakan tanah dilaporkan terus meluas setiap harinya. Retakan-retakan tanah di jalanan desa yang awalnya kecil, kini terpantau melebar secara signifikan hingga membelah akses jalan utama. Kondisi tanah yang labil membuat pergerakan terus terjadi, terutama saat intensitas hujan tinggi mengguyur wilayah tersebut.

Secara geologis, fenomena ini dijelaskan sebagai rayapan tanah yang terjadi pada struktur endapan lempung. Karakteristik tanah lempung di wilayah Padasari sangat sensitif terhadap air. Ketika tanah tersebut terkena air hujan, strukturnya menjadi licin dan bergerak, menyebabkan pergeseran fondasi bangunan di atasnya secara masif.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Sofia Zakiah)