Kepulan asap pekat akibat kebakaran seluas 15 hektare di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, mulai mengancam kesehatan masyarakat sekitar. Tercatat sedikitnya 60 warga harus mendapatkan penanganan medis akibat mengalami sesak napas hingga pusing.
Tim medis dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Tangerang yang disiagakan di lokasi terus menerima warga yang mengeluhkan gangguan pada saluran pernapasan. Kondisi udara yang memburuk membuat kadar oksigen di sekitar permukiman menurun drastis.
Dokter Vina, perwakilan tim medis dari Dinkes Tangerang, menyebutkan bahwa lonjakan keluhan kesehatan warga sudah terjadi sejak pagi hari seiring dengan arah angin yang membawa asap tebal ke permukiman.
"Dari pagi sudah kurang lebih 40 sampai 50-an (pasien). Kalau untuk keluhan kebanyakan memang karena asapnya yang ke arah sini, lebih banyak batuk, sesak, dan pusing karena mungkin oksigennya berkurang," ungkap dr. Vina dikutip dari Top News, Metro TV, Rabu 1 Juli 2026.
Warga Kesulitan Tidur Akibat Sesak Napas
Kondisi udara yang bercampur debu dan asap sisa pembakaran sampah membuat warga sangat tersiksa, terutama saat malam hari. Siti Hayati, salah seorang warga terdampak, menceritakan bagaimana keluarganya kesulitan bernapas meski berada di dalam rumah.
"Pusing, terus dada sesak juga, ada dahak. Semalam tidur juga nggak bisa,
engap. Saya nutupin hidung saja. Di dalam (rumah) itu sesak, sumpek, sudah banyak debu dan asap," keluh Siti.
Pemkab Tetapkan Tanggap Darurat
Merespons krisis udara dan meluasnya area kebakaran, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang resmi meningkatkan status musibah ini menjadi tanggap darurat. Pemerintah setempat telah menyiapkan kantor desa dan rumah ketua RT sebagai posko pengungsian, meski sebagian warga masih memilih pulang-pergi menyesuaikan arah angin.
Di sisi lain, relawan Palang Merah Indonesia (PMI) bersama jajaran Dinas Kesehatan terus menyisir kawasan terdampak guna membagikan masker secara gratis kepada warga dan pengendara yang melintas.
Bupati Tangerang, Maesyal Rasyid, memastikan seluruh elemen pemerintah telah bergerak terpadu untuk melakukan mitigasi bencana dan memberikan perlindungan kesehatan bagi warga di sekitar TPA Jatiwaringin.
"Dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah juga dengan provinsi sudah bersama-sama secara terpadu untuk mengatasi dan menangani persoalan kebakaran di TPA Jatiwaringin. Alhamdulillah dari Dinas Kesehatan dan beberapa kepala dinas juga semua membawa masker untuk diberikan kepada masyarakat sekitar yang terdampak asap," urai Maesyal Rasyid.