24 February 2026 15:46
Fenomena masjid yang penuh sesak di awal Ramadan namun perlahan sepi di pertengahan bulan menjadi pemandangan yang lazim ditemui. Padahal, esensi keberhasilan ibadah di bulan suci ini tidak hanya terletak pada semangat yang membara di awal, melainkan pada kedisiplinan yang terjaga hingga akhir.
Sukses dalam Ramadan pada akhirnya adalah tentang menjadikan kedisiplinan sebagai way of life (jalan hidup). Ini merupakan daya tahan untuk terus melakukan hal-hal baik meskipun di bawah tekanan atau saat menghadapi rasa enggan.
Ibadah seperti salat, zikir, membaca Al-Qur'an, hingga tarawih harus dipandang sebagai usaha untuk terus 'mengipas bara api' di dalam diri. Tujuannya agar semangat Ramadan tidak hanya menyala pada fisik secara lahiriah, tetapi juga meresap kuat ke dalam jiwa manusia hingga akhir bulan suci.
Baca juga:
Sinaran Kalbu: Beban yang Menguatkan |