13 June 2026 20:26
Aktivitas vulkanik Gunung Merapi yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta masih menunjukkan aktivitas vulkanik yang tinggi hingga Sabtu pagi, 13 Juni 2026. Tercatat puluhan kali terjadi peristiwa guguran lava pijar, sementara status gunung tetap dipertahankan pada Level 3 atau Siaga.
Berdasarkan laporan pengamatan periode enam jam terakhir, mulai pukul 00.00 WIB hingga 06.00 WIB, terpantau cuaca di sekitar puncak Gunung Merapi dalam kondisi mendung dengan angin tenang ke arah timur. Secara visual, gunung ini sering tertutup kabut, namun, teramati setidaknya lima kali guguran lava pijar yang mengarah ke Kalisat atau Kali Putih dengan jarak luncur maksimum mencapai 1.800 meter.
Dari sisi kegempaan, tercatat terjadi 29 kali gempa guguran, 20 kali gempa hybrid atau fase banyak, serta satu kali gempa vulkanik dangkal. Hal ini menunjukkan suplai magma di dalam perut gunung masih berlangsung, yang sewaktu-waktu dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya.
Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) telah memetakan daerah potensi luncuran awan panas yakni sejauh 7 km di sektor barat daya dan sejauh 5 km di sektor tenggara. Jika terjadi letusan eksplosif, material vulkanik dapat terlontar hingga radius 3 km dari puncak.
Meskipun begitu, Kepala BPPTKG, Agus Budi Santoso menekankan bahwa pemukiman warga dan tempat wisata saat ini masih berada di luar radius berbahaya sehingga kondisi masih terhitung kondusif dan aman untuk ditinggali.
"Aktivitas Gunung Merapi saat ini tidak membahayakan masyarakat yang berada di permukiman maupun tempat-tempat wisata yang masih beroperasi hingga saat ini," jelasnya.
BPPTKG dan BPBD setempat mengimbau masyarakat setempat untuk tidak berkegiatan di daerah potensi bahaya mengingat letusan eksplosif yang bisa terjadi sewaktu-waktu. "Termasuk pendakian di Gunung Merapi masih belum aman," jelas Agus.
| Baca juga: Pendaki dan Wisatawan Diminta Jauhi Radius 1,5 Km Gunung Soputan |