Indonesia Jadi Tuan Rumah Asian Open Water Swimming 2026

10 June 2026 11:23

Indonesia resmi dipercaya menjadi tuan rumah Asian Open Water Swimming Championship 2026 dan A-Stream Open Water Swimming (OWS) Series Bali 2026 yang akan digelar di Jimbaran, Bali, pada 13-15 Juni 2026. Ajang ini tidak hanya menjadi panggung persaingan atlet renang perairan terbuka terbaik Asia, tetapi juga diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kemampuan berenang sebagai keterampilan dasar keselamatan hidup.

Kejuaraan tersebut akan menghadirkan ratusan atlet dari berbagai negara Asia dan menjadi bagian dari upaya mempromosikan potensi wisata bahari Indonesia di kancah internasional. Selain kompetisi elite, penyelenggaraan A-Stream OWS Series Bali 2026 juga membuka ruang partisipasi bagi komunitas dan masyarakat umum melalui konsep sport tourism.

Ketua Medis Open Water Swimming, Benhart Hutabarat, mengatakan penyelenggaraan kejuaraan ini membawa misi lebih luas dibanding sekadar kompetisi olahraga.

Menurutnya, ajang tersebut bertujuan memperkenalkan renang perairan terbuka sebagai olahraga yang dapat diakses semua kalangan. Selain memanfaatkan kekayaan alam Indonesia, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi bahwa berenang merupakan keterampilan yang penting dimiliki masyarakat.

"Kami ingin menunjukkan bahwa berenang di Indonesia bukan hanya indah, tetapi juga aman. Selain kompetisi, kami juga mengedepankan aspek edukasi dan keselamatan di air," ujarnya dalam tayangan Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Rabu 10 Juni 2026. 


Sementara itu, atlet Indonesia Made Nadya yang dipersiapkan tampil pada kejuaraan tersebut mengaku terus menjalani latihan intensif, termasuk program renang, latihan kebugaran, menjaga pola makan, dan istirahat yang cukup. Ia menyebut Jepang dan Korea Selatan sebagai pesaing terkuat karena memiliki kekuatan yang merata di berbagai aspek.

Di sisi lain, Olympian Sydney 2000 sekaligus Duta Ayo Berenang, Elsa Nasution, menegaskan bahwa kemampuan berenang bukan hanya untuk kebutuhan prestasi olahraga, tetapi juga sebagai survival skill yang perlu dimiliki seluruh lapisan masyarakat.

Menurut Elsa, edukasi berenang harus dimulai dari pengenalan kemampuan bertahan hidup di air sebelum masuk ke teknik berenang yang lebih lanjut. Ia juga menekankan bahwa belajar berenang dapat dilakukan oleh semua kelompok usia, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.

"Mmudah-mudahan seluruh rakyat Indonesia udah bisa belajar berenang dengan easy dengan pelatih-pelatih yang mungkin kita siapkan untuk bisa ee melatih dari nol sampai dia bisa baru nanti ada kelanjutannya untuk ke depannya ke prestasi gitu," ucapnya. 

Dengan menggabungkan unsur olahraga, edukasi keselamatan air, komunitas, dan promosi pariwisata, Asian Open Water Swimming Championship 2026 dan A-Stream OWS Series Bali 2026 diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat budaya berenang sekaligus memperkenalkan keindahan bahari Indonesia kepada dunia.

(Reno Panggalih Nuha Lathifah)