Jakarta Fair Kemayoran 2026 Bidik Transaksi Rp8 Triliun dan 6 Juta Pengunjung

11 June 2026 18:16

Pameran dan panggung hiburan terbesar se-Asia Tenggara, Jakarta Fair Kemayoran (JFK) 2026, resmi memulai penyelenggaraannya hari ini, Kamis 11 Juni 2026. Pameran yang menjadi magnet hiburan dan belanja masyarakat Jakarta dan sekitarnya ini dijadwalkan berlangsung selama 32 hari hingga 12 Juli 2026 mendatang.

Tahun ini Jakarta Fair Kemayoran mencatatkan peningkatan jumlah peserta yakni mencapai 2.800 peserta dan 1.800 stand/tenant dengan komposisi 55 persen sektor swasta dan 45 persen sektor UMKM. Diharapkan pameran tahunan ini mampu mendongkrak daya beli masyarakat.

Peserta akan memamerkan berbagai produk unggulannya dari berbagai sektor industri. Mulai dari industri otomotif, gadget, komputer, alat olahraga, fashion and garment, perlengkapan rumah tangga, furniture, barang-barang elektronik, kuliner, industri kreatif, kerajinan tangan, herbal and medicine, perbankan, produk jasa, kosmetik, dan lain-lain.

Pihak penyelenggara menargetkan pameran tahunan ini dapat menarik lebih dari 6 juta pengunjung. Sejalan dengan tingginya target pengunjung, perputaran ekonomi selama acara ini diproyeksikan mampu menyentuh angka Rp8 triliun.
 

Baca juga: Resmi Dibuka Hari Ini, Cek Jadwal Lengkap Konser Jakarta Fair Kemayoran 2026

Momentum Jakarta Fair 2026 dinilai sangat tepat karena bertepatan dengan masa libur sekolah yang panjang. Hal ini menjadi daya tarik utama bagi keluarga untuk menjadikan JFK sebagai destinasi wisata utama.

"Insyaallah akan mengusahakan datang karena pas banget bertepatan dengan libur sekolah anak juga yang panjang banget," ujar salah satu warga Jakarta yang dikutip Metro Siang, Kamis 11 Juni 2026. 

Di balik antusiasme yang besar, masyarakat berharap pengelola dapat berkoordinasi lebih matang untuk meminimalisir kepadatan lalu lintas. Masalah kemacetan yang rutin terjadi setiap tahun di sekitar area Kemayoran menjadi perhatian utama warga.

Salah satunya dengan penyediaan promo atau diskon dari perusahaan transportasi daring bagi pengunjung. Hal ini diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk menggunakan transportasi umum daripada membawa kendaraan pribadi, sehingga kemacetan di area pameran dapat terurai.

(Anggie Meidyana)