Sigi: Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto melakukan tinjauan dan memimpin rapat koordinasi terkait pemetaan masalah akibat bencana gempa bumi yang melanda Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Tinjauan ini dilakukan setelah gempa bumi m 6,7 melanda Sigi, pada 16 Juni 2026.
Suharyanto meninjau lokasi terdampak gempa bumi di Desa Kamarora, Kecamatan Nokilalaki, Kabupaten Sigi. Kunjungan Kepala BNPB turut didampingi unsur forum koordinasi pimpinan daerah (forkopimda) pada Jumat, 19 Juni 2026 siang.
Suharyanto juga memimpin secara langsung rapat koordinasi guna memetakan dan memahami permasalahan akibat gempa bumi. Selanjutnya, BNPB akan melakukan pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga yang rumahnya rusak.
Selain huntara, BNPB juga akan memberikan tunjangan atau dana tunggu hunian untuk warga yang tidak masuk ke huntara. Hal itu didasarkan oleh alasan masyarakat di Kabupaten Sigi memilih untuk tidak melakukan pengungsian terpusat karena enggan untuk meninggalkan rumahnya.
Suharyanto menerangkan untuk tunjangan setiap kartu keluarga akan mendapatkan uang senilai Rp600 ribu per bulan. Tunjangan itu akan diberikan kepada warga yang rumahnya mengalami kerusakan sampai dibangun kembali.
"Jadi kami tawarkan bagi yang tidak mau masuk huntara akan diberikan dana tunggu hunian satu kepala keluarga Rp600 ribu per bulan," katanya. (Metro TV/Heinrich Terra)