Inflasi April 2026 Melandai ke 2,42%, Kelompok Transportasi Jadi Penyumbang Terbesar

5 May 2026 15:09

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan inflasi di bulan April 2026 tercatat 0,13 persen secara bulanan. Sementara secara tahunan tingkat inflasi tercatat sebesar 2,42 persen. Angka inflasi tersebut melandai jika dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 0,41 persen secara bulanan dan 3,48% secara tahunan.

"Secara year on year (YoY) pada April 2026 terjadi inflasi sebesar 2,42 persen atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 108,47 persen pada bulan April 2025 menjadi 111,09 persen pada April 2026." kata Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, dikutip dari tayangan Zona Bisnis, Metro TV, Selasa, 5 Mei 2026.

Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, dalam konferensi pers di kantor pusat BPS pada Senin, 4 Mei 2026 siang, mengatakan penyumbang inflasi bulanan terbesar pada April berasal dari kelompok transportasi dengan inflasi 0,99 persen andil inflasinya sebesar 0,12 persen.
 

Baca juga: Purbaya: Indonesia Sudah Bisa Terlepas dari Kutukan Pertumbuhan 5%


Komponen harga yang diatur pemerintah mengalami inflasi sebesar 0,69 persen dengan andil inflasi 0,13 persen. Sementara komoditas yang dominan memberikan andil inflasi adalah tarif angkutan udara, bensin, bahan bakar rumah tangga, dan sigaret kretek mesin atau SKM.

Sementara itu komponen harga bergejolak atau volatile food mengalami deflasi sebesar 0,88 persen dengan andil deflasi 0,15 persen. Komoditas penyumbang lainnya adalah daging ayam ras, cabai rawit, telur ayam ras, dan cabai merah.

Lebih lanjut Ateng mencatat 30 provinsi di Indonesia mengalami inflasi, sementara delapan provinsi mengalami deflasi dengan inflasi tertinggi terjadi di Papua Barat sebesar dua persen. Sementara deflasi terjadi di Maluku sebesar 0,17 persen.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Nopita Dewi)