17 September 2026 12:02
Jakarta: Gempa bumi kembali terjadi di sejumlah wilayah Indonesia dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi ini menjadi pengingat bahwa kesiapsiagaan menghadapi gempa perlu dimiliki setiap orang, termasuk mereka yang sedang sakit, menggunakan alat bantu, atau memiliki keterbatasan mobilitas.
Indonesia berada di jalur Ring of Fire yang membuat wilayahnya rawan mengalami aktivitas gempa bumi. Situasi darurat ini memerlukan kesiapsiagaan tinggi, terlebih bagi individu yang sedang mengalami gangguan kesehatan atau keterbatasan mobilitas fisik.
Melansir dari Hello Sehat, berikut adalah panduan mitigasi dan langkah penyelamatan diri saat gempa bumi terjadi dalam kondisi sakit:
Bagi pengguna kursi roda atau walker, segera aktifkan kunci pengaman roda (wheel lock) untuk mencegah pergerakan tidak terkendali akibat guncangan.
Lindungi bagian vital kepala serta leher menggunakan objek terdekat yang tebal dan empuk, seperti bantal, buku besar, atau lipatan kedua lengan.
Gunakan selimut tebal, kasur, atau pelindung lainnya untuk menutupi seluruh tubuh dari potensi kejatuhan material keras, kaca pecah, atau benda gantung.
Jika gempa terjadi saat berada di luar bangunan, segera posisikan diri jauh dari tiang listrik, baliho, pohon tinggi, dan struktur bangunan yang berisiko roboh.
Tetap berada di area terbuka yang aman hingga guncangan gempa bumi serta potensi gempa susulan (aftershocks) benar-benar berhenti sebelum mencari pertolongan medis lebih lanjut.
Nah, ketenangan dan pemahaman mengenai teknik perlindungan diri menjadi hal penting bagi orang yang sedang sakit saat menghadapi gempa bumi. Dengan menyesuaikan langkah penyelamatan dengan kondisi fisik, risiko cedera selama gempa dapat diminimalkan.
Jangan lupa saksikan MTVN Lens lainnya hanya di Metrotvnews.com.
(Sofwa Najla Tsabita Sunanto)