8 September 2026 18:41
Jakarta: Badan Gizi Nasional (BGN) menutup operasional 1.999 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang ada di berbagai wilayah di Indonesia lantaran belum mendaftarkan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
“Jadi dapur-dapur MBG sebanyak 1.999 itu tidak melakukan pendaftaran SLHS di dinas kesehatan masing-masing. Yang artinya bukan mendaftar kemudian syaratnya tidak dipenuhi. Tapi ini tidak melakukan pendaftaran, dan tidak melakukan pendaftaran ini telah kami cross-check, telah kami tunggu, telah kami konfirmasi, telah kami tanya,” ujar Kepala BGN Sudaryono dalam akun instagramnya @sudaru_sudaryono, dikutip dari tayangan Metro Hari Ini Metro TV, Selasa 8 September 2026.
Menurut Sudaryono, kepatuhan terhadap standar SLHS serta kriteria sanitasi adalah syarat mutlak yang tidak dapat ditawar dalam penyelenggaraan dapur MBG.
Sebelumnya BGN telah menyisir dan memverifikasi ketat terhadap puluhan ribu dapur SPPG. Hasil koordinasi dengan Kementerian Kesehatan per 7 September 2026, ditemukan 1.999 dapur SPPG yang belum mendaftar SLHS ke dinas kesehatan setempat.
Tindakan tegas dengan menutup sementara dapur SPPG tersebut guna proses investigasi lebih lanjut. Hal ini dilakukan untuk menjaga kualitas, keamanan gizi, serta keselamatan seluruh penerima manfaat program MBG di Indonesia.
“Maka pada hari ini saya nyatakan 1.999 dapur SPPG yang tersebar di tiga wilayah. Wilayah 1 sebanyak 351, wilayah 2 terdapat 1.417, dan wilayah 3 sebanyak 231, ditotal 1.999 ini kemudian kami nyatakan saya tutup untuk kemudian kami lakukan investigasi,” ucap Sudaryono.