13 September 2026 22:27
Berbagai musibah yang mendera Indonesia, mulai dari gempa bumi, erupsi gunung api, hingga bencana hidrometeorologi, menuntut gerak cepat pemerintah. Menanggapi hal tersebut, Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan agar alokasi anggaran mitigasi dan penanganan bencana ditambah secara signifikan.
Dalam rapat evaluasi penanganan bencana nasional, Presiden Prabowo menegaskan bahwa letak geografis Indonesia di kawasan Ring of Fire mengharuskan negara selalu berada dalam status siap siaga menghadapi situasi darurat kapan saja.
Sementara itu, dampak musibah masih dirasakan langsung oleh masyarakat di lapangan. Tiga pekan pascagempa Flores, warga pesisir Kabupaten Nagekeo terpantau masih bertahan di tenda-tenda darurat akibat rumah mereka rusak berat.
Guna mempercepat pemulihan, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menggelontorkan tambahan anggaran Rp200 miliar bagi wilayah Flores. Namun, Kemendagri turut menyoroti rendahnya realisasi penyerapan di tingkat kabupaten, seperti di Sikka yang baru mencapai 1 persen, serta meminta pemda segera mengeksekusi dana darurat di bawah pengawasan APIP.
Dari sisi fiskal, Kementerian Keuangan memastikan kesiapan dana cadangan bencana senilai Rp5 triliun per tahun. Pemerintah menegaskan prioritas penuh terhadap penanganan keselamatan warga, dengan sisa Dana Siap Pakai BNPB sebesar Rp900 miliar yang siap ditambah sewaktu-waktu jika dibutuhkan.