27 August 2026 23:52
Banjir bandang menerjang wilayah perbatasan Nepal dengan Tiongkok pada Rabu waktu setempat. Bencana ini menyebabkan kerusakan parah hingga ratusan orang meninggal dunia.
Rekaman dari kamera pengawas yang menunjukkan detik-detik saat banjir bandang menerjang Pelabuhan Gyirong. Arus deras lumpur dan air banjir menyapu perlintasan di Xizang pada Rabu waktu setempat.
Terlihat orang-orang berlarian menyelamatkan diri beberapa saat sebelum lumpur dan air banjir menyapu area yang dipenuhi kendaraan. Seluruh permukaan yang dihantam banjir bandang telah hanyut tanpa sisa. Laporan awal menyebutkan ada gempa di salah satu area yang memicu longsor gletser.
Runtuhnya gletser itu juga menyebabkan tanah longsor di Tibet. Arus deras air bah banjir bandang turun dengan volume besar dan sangat cepat dari Pegunungan Himalaya. Terlihat puing-puing dan kendaraan hanyut terbawa arus banjir yang deras bercampur lumpur.
Banjir bandang dahsyat yang melanda wilayah perbatasan Nepal dan Tiongkok mengakibatkan sedikitnya 165 orang tewas dan 1.500 orang hilang di seluruh Nepal dan Xizang Tiongkok termasuk ratusan turis dan peziarah asing.
Tim penyelamat terus berupaya mencari ribuan korban yang dinyatakan hilang. Operasi ditingkatkan di distrik Nuwakot dan Rasuwa yang paling parah terkena dampak. Tim mengarungi lumpur dan endapan untuk mencari korban selamat setelah air banjir menerjang gedung-gedung bertingkat dan menyisakan puing-puing.
Juru bicara Kepolisian Nepal Abe Narayan Kafle mengatakan setidaknya 28 petugas polisi turut dinyatakan hilang. Badan Nasional Pengurangan dan Manajemen Risiko Bencana di Nepal menyebutkan jumlah korban meninggal dalam bencana tersebut meningkat menjadi 165 jiwa.